Zulkifli Merasa Takdir, Helmi Kebanjiran SMS

Sisi Lain Pemilihan Unsur Pimpinan MPR RI

7895_6405_IMG_3735
Pemilihan unsur pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) memang menyedot perhatian nasional, tak terkecuali Bengkulu. Bukan hanya soal pertarungan dua koalisi besar; Indonesia Hebat dan Merah Putih. Tapi juga kemunculan nama Zulkifli Hasan yang tak lain kakak kandung Walikota Bengkulu sebagai kandidat ketua menjadi kejutan tersendiri.

***

Kehadiran sosok Zulkifli Hasan sebagai calon ketua MPR, dan akhirnya benar-benar terpilih, merupakan hasil diskusi antara Ketua Umum Demokrat, SBY, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa. Mantan Menteri Kehutanan tersebut akan didampingi Mahyudin (Fraksi Partai Golkar), EE Mangindaan (Fraksi Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (Fraksi PKS), dan Oesman Sapta Odang (Dewan Perwakilan Daerah).
SBY dan Hatta mempertimbangkan sosok Ketua MPR. Sekitar waktu shalat Isya, Selasa (8/10), keduanya sepakat bahwa Ketua MPR sebaiknya dijabat oleh tokoh yang sudah teruji kualitas dan luas akseptabilitasnya. “Kedua Ketum akhirnya sepakat dengan nama Bang Zul,” kata Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo, Rabu (8/10).
Kesepakatan ini, lanjut Dradjad, kemudian dikomunikasikan Hatta Rajasa kepada partai-partai lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), menjelang jam 21.00 di Hotel Mulia, Senayan. Dalam komunikasi semua ketua umum sepakat dengan gagasan SBY dan Hatta Rajasa. “Pak Amien Rais sebagai penasihat KMP juga sepakat,” jelas Dradjad.
Karena itulah, jelas Dradjad, posisi Ketua MPR yang tadinya akan diisi anggota MPR dari Demokrat diubah menjadi Zulkifli Hasan. Dari sisi internal KMP pun, tidak ada yang keberatan karena SBY, sebagai Ketua Umum Demokrat, sudah lebih dahulu menyetujui perubahan ini.
Dalam paparan sebelum pemilihan, Zulkifli Hasan mengaku tidak bermimpi untuk menjadi ketua MPR. “Namun, apa daya jika garis tangan saya menuju ke sana,” katanya.
Usai terpilih pun, anggota fraksi PAN tersebut, mengaku masih tak percaya jika dia terpilih menjabat sebagai Ketua MPR RI. “Rasanya seperti tersambar petir karena memang tidak punya cita-cita,” ucap mantan Menteri Kehutanan itu usai pelantikan di Gedung DPR.
Saat dicalonkan sebagai pimpinan DPR, Zulkifli mengaku memilih mundur. Namun, tak ia pungkiri dia sempat menerima tawaran menjadi Wakil Ketua MPR dari Hatta Rajasa. Alasannya, tugas wakil tidak telalu sibuk.
Kemudian, Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB, ia diperintahkan oleh seluruh ketua umum partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) untuk maju sebagai Ketua MPR. Hal itu, menurutnya, setelah melihat perkembangan politik terakhir dengan berbagai Pertimbangan.
“Jadi tidak ada persiapan. Memang betul-betul spontan saja, tetapi pertimbangan ketum-ketum partai. Ditugaskan, tentu sebagai anak bangsa, saya siap,” ucap Zulkifli.
Terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR periode 2014-2015 disambut suka cita  pendukung dan keluarganya. Seperti diungkapkan Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang juga adik kandung Zulkifli Hasan. Sejumlah ekspresi kerabat, pendukung dan kolega juga disampaikan padanya. Baik itu secara lisan maupun via SMS (short message service).
“Begitu banyak SMS  ucapan selamat  yang masuk mulai malam tadi,” ungkap Helmi seraya menekankan kakaknya tersebut  tidak ada rencana dan niat menjadi pimpinan MPR. Namun proses waktulah yang menentukan seperti itu.
Masih dikatakan Helmi Hasan, terpilihnya kakak kandungnya itu tidak  lepas dari dukungan dan doa seluruh warga kota dan Provinsi Bengkulu. Semua itu tidak bisa terjadi tanpa dukungan dan doa dari seluruh masyarakat.” Manusia hanya bisa berupaya, namun Tuhan lah yang menentukan. Semoga ini semua mendatangkan kebaikan bagi kita semua, seluruh NKRI, terkhusus untuk Kota Bengkulu yang kita cintai ini,” harapnya.(247/**)