Zulkarnain Dali: Sangat Mendukung, Kenapa Tidak dari Dulu

Kata Mereka Tentang Penataan Pasar Panorama

IMG_9346BENGKULU,  BE – Langkah Pemkot Bengkulu dalam melakukan upaya penataan Pasar Panorama didukung penuh oleh banyak kalangan. Ketua Yayasan Bengkulu Bangkit Zulkarnain Dali yang juga ketua NU Kota mengungkapkan sangat mendukung penataan pedagang tersebut. “Saya sangat mendukung, kenapa tidak dari kemarin-kemarin penataan ini dilakukan, sehingga pasar panorama tampak semakin bersih dan tertata,” jata Zulkarnain Dali.

Menurutnya, jika tidak segera ditertibkan dapat berimbas terhadap pembangunan Pasar Panorama Percontohan Nasional tahap ketiga.” Saya dengar-dengar, jika Pasar Panorama tidak segera ditertibkan, maka akan hilang pembangunan pasar panorama tahap ketiga sebagai pasar percontohan nasional,” ujarnya.

Dukungan senada juga disampaikan oleh Ani pemilik toko alat rumah tangga di sekitar Pasar Panorama. “Lebih baik ditertibkan pedagang kaki lima, dengan kondisi jalan sekarang ini situasinya lebih memadai dan lancar, lahan parkir untuk pembeli lebih luas dan kemacetan tidak terjadi lagi semoga hal ini akan terus berjalan,” ujarnya ketika diwawancarai jurnalis.

Lista Deni Candra pemilik toko manisan mengungkapkan, “Sangat mendukung apa yang dilakukan pemerintah kota,dan semenjak pedagang kaki lima di pindahkan ke dalam pasar tranportasi proses bongkar muat di ruko menjadi lancar mobil bisa langsung melakukan bongkar muat di depan ruko,biasanya apabila pedagang belum di pindahkan pemilik ruko harus mengeluarkan biaya tambahan untuk upah bongkar muat,dan harapanya mudah-mudahan pedagang kaki lima benar mau menggunakan tempat yang disediakan pemerintah.”

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad salah seorang warga yang sedang berbelanja di Pasar Panorama. “Dengan ditertibkanya pedagang kaki lima suasana menjadi lebih rapi, jalan lebih lancar, kondisi lebih sejuk, kendaraan-kendaraan pribadi bisa masuk. Sehingga membuat nyaman bagi kami yang ingin berbelanja di pasar ini,” paparnya.

Ungkapan yang sama juga dikatakan oleh Doni, sopir angkot yang mengapresiasi langkah walikota sehingga diharapkan tidak ada lagi kemacetan di Pasar Panorama. “Semenjak penertiban tadi pagi, waktu sopir angkot lebih efisien karna tidak terjadi kemacetan lagi. Kami juga mengharapkan pedagang kaki lima bisa berjualan di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah, dan tidak kembali berjualan di jalan lagi,” ujarnya.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku memuji langkah pemerintah kota. “Seharusnya seperti itu, ya dilakukan penataan, rata-rata 97 persen pedagang sudah memiliki los, hanya saja dahulu mereka tidak ingin berjualan didalam los tersebut, bahkan ada yang disewakan dengan orang lain. Memang sebaiknya ditata, teruskan pak wali!,” ujar pedagang tersebut.

Sementara itu, Rabu pagi (27/2) penataan Pasar Panorama berlangsung dengan tertib tanpa adanya bentrokan. Penataan dilakukan oleh Disperindag, Kapolsek Gading Cempaka AKP Mayndra Wardhana,SIK,MM beserta jajarannya, Satpol PP, Dishubkominfo, UPTD Pasar Panorama dan security pasar. Sebelum dilakukan penataan, sudah dilakukan sosialisasi selama satu minggu oelh pihak terkait secara lisan maupun tulisan, bahkan pihak polsek gading cempaka juga mensosialisasikan melalui spanduk tentang denda berjualan di badan jalan yang dipasang di Pasar Panorama. (**)