Yuwana No 1, Ridwan No 2, Sudarwan 3, Herlambang 4, Sigit 5

1. Bakal calon Pilrek ketua senat dan rektor Unib berfoto bersama usai pemaparan program kemarinBENGKULU, BE – Lima bakal calon rektor (Balrek) Universitas Bengkulu, kemarin menyampaikan pemaparan visi dan misinya dihadapan 34 senat yang baru dilantik Hari Selasa (25/6) lalu. Usai pemaparan program kerja, kelima Balrek kemarin langsung mengambil nomor urut. Hasilnya

Nomor urut 1 didapatkan oleh Prof Dr Ir Yuwana MSc, Nomor 2 Dr Ridwan Nurazi SE MSc Akt, nomor 3 Prof Dr Sudarwan Danim MPd, nomor 4 Dr Herlambang SH MH dan nomor 5 Prof Ir Sigit Nugroho MSc PhD. Hari Senin (1/7) mendatang senat memilih 3 besar dari 5 Balrek yang bertarung dengan sistim voting.

“Setelah pemaparan ini penyaringan 3 besar kita lakukan Senin nanti, pukul 14.00 WIB di ruang rapat rektorat. Dengan sistem voting one man, one vote,” ucap Ketua Senat Prof Ir Widodo MSc PhD.

Senat memilih 3 terbaik dari 5 Balrek. Salah satu penilaiannya memilih yang terbaik berdasarkan pemaparan program kerja yang disampaikan masing-masing Balrek tersebut.
Kemungkinan pemilihan 3 besar itu dilakukan dengan voting tertutup. Nantinya masing-masing senat diberikan kertas 1 lembar.

Mereka lalu memilih Balrek terbaik menurut mereka, dengan menuliskan nomor urut Balrek yang telah ditetapkan tersebut. Selanjutnya suara perolehan suara masing-masing Balrek dihitung. Tiga Valrek peraih suara terbanyak lalu ditetapkan senat sebagai 3 besar, untuk diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Saya titip pesan, siapapun yang terpilih dan apapun hasilnya dari kelima bakal calon tadi. mudah-mudahan bisa membawa Unib lebih baik,” imbuhnya.

Sementara dalam pemaparannya kemarin, meskipun menyampaikan dengan cara berbeda, namun kelima Calrek menyampaikan program kerja yang target utamanya bisa disimpulkan sama. Yaitu mewujudkan Unib sebagai perguruan tinggi yang bersih dalam pengelolaannya dan menjadikan universitas kebanggaan masyarakat Bengkulu ini sebagai universitas berkelas dunia.

Sigit Nugroho, Balon pertama yang mendapatkan kesempatan pertama menyampaikan program kerjanya,  MSc PhD, yang juga rektor Universitas Dehasen. Menurutnya, untuk menjadikan Unib sebagai perguruan tinggi dibarisan terdepan, harus ada pembangunan berkelanjutan. Pembangunan beretika dan bermoral dalam suatu sistem akademik yang demokratis dan didukung oleh fasilitas yang efisien, efektif, dan terpadu, serta memberi pelayanan yang memuaskan.

”Seorang rektor harus melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian terhadap masyarakat, meningkatkan suasana akademik yang beretika, bermoral, serta demokraris, meningkatkan dan mengembangkan program akademik unggulan, meningkatkan kemampuan kompetisi, serta meningkatkan kualitas civitas akademika.”

Kandidat kedua Yuwana menekankan, pada peningkatan layanan dan daya saing, dengan penyelenggaraan manajemen yang amanah, menyongsong Unib sebagai universitas kelas dunia. ”Dalam hal ini terbagu empat kelompok yaitu, peningkatan layanan dan daya saing untuk mewujudkan misi pertama yakni mengembangkan pendidikan dan penelitian kelas dunia, menciptakan produk paten, melaksanakan pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, nasional, dan internasional, serta mengembangkan sistem tata kelola universitas yang baik dan bersih,” katanya.

Kandidat selanjutnya, Prof Dr Sudarwan Danim MPd yang juga Ketua PGRI Provinsi Bengkulu tetap pada niat awalnya ingin membangun Unib berbasis keunggulan era global. ”Yaitu dengan meingkatkan jumlah dan mutu dosen, ragam dan diversifikasi program strata, serta produk hukum, daya dukung staf, dan fasilitas. Dia meyakini, dengan semua itu Unib mampu mengejar ambisi untuk menjadi universitas kelas dunia,” jelasnya.

Berikutnya kandidat keempat, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr Ridwan Nurazi SE MSc, menyampaikan,”Pada intinya pengembangan sumber daya secara komprehensif, peningkatan sarana dan prasarana akademik, PBM berbasis teknologi dan quality assurance, reformasi kelembagaan dan penguatan networking, penguatan fakultas, serta desentralisasi dan transparansi keuangan,” ucapnya.

Balon terakhir Dr Herlambang SH MH menekankan pada lima pilar yang dapat mewujudkan Unib sebagai WCU (World Class Univercity), yaitu pusat pengembangan keberagaman, unit penjaminan mutu, satuan pengawas internal, dan pusat layanan bisnis.(Cw6/Prw)