Yuk Kunjungi Pesona Wisata Air Baru di Tapak Paradise Kota Bengkulu

Rina/BE
Sekretaris Jasa Sapta Pesona Wisata Kota Bengkulu Wanzon Niwansah Teguh (Kanan) dan Jeka (Kiri) 

BENGKULU, BE– Kawasan wisata Tapak Paderi khusus di kampung komunitas Tapak Paradise Kota Bengkulu, memiliki pesona wisata yang indah. Kawasan  wisata ini mulai dikembangkan secara maksimal.
Salah satu potensi wisata tersebut adalah Wisata Air Baru yang ada di Jalan Bencoolen Kawasan Tapak Paderi RT. 006 Rw. 002, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Sekretaris Jasa Sapta Pesona Wisata Kota Bengkulu Wanzon Niwansah Teguh mengatakan, wisata ini dikelola oleh koperasi dan bekerjasama dengan 11 komunitas yang ada di Bengkulu. Komunitas tersebut dari dari Rafflesia Bengkulu Diving Center (RBDC), Lestari alam laut untuk negeri (Latun), Bencolen Sea Tukle Conservastion (BSTC), Tea Ayok Bengkulu (Vespa), Marine Science Diving Club (MSDC) Unib, Gendong Adventure (GA), Mutiara Alam Rimba Raya (MARR), Tapak Paderi Surf Community (TPSC), Kelompok usaha dan Nelayan (Camar Laut), Layar Pojok, dan Parkir Tapak Paderi.
“Satu bulan berjalan disitu wisata airnya ada kano, banana boat, pulau tikus itu untuk wisata air yang sudah ada disini,” terangnya saat diwawancarai BE, Rabu (10/2/2021).

Wisata Air Baru yang ada di Jalan Bencoolen Kawasan Tapak Paderi RT. 006 Rw. 002,

Wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08. 00 sampai 18.00 WIB. Untuk memasuki wisara ini cukup membayar uang parkir sebesar Rp 2 ribu. Wisata air baru ini sudah dibuka selama 1 bulan terakhir, dan sudah menjalankan aksi bersih kolam belakang tapak paderi yang dulunya merupakan kolam bebek.
Ada beberapa jenis wisata air yang bisa dinikmati oleh pengunjung, disini menawarkan wisata air seperti kano, banana boat dan wisata ke pulau tikus. Selain wisata air pengunjung juga bisa menikmati kelas musik dan jasa mural dan kelasnya.
Untuk fasilitas kano ada life jacket, taman seni selfie camp team ayok, camping ground team ayok, koleksi vespa, toilet dan mushola. Untuk kano hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 10 ribu per jam, untuk banana boat Rp 20 ribu per orang, dan untuk ke pulau tikus Rp 200 sampai Rp 250 ribu.
“Insya Allah secepatnya disini mau bikin outbound atau permainan,” jelasnya.
Untu wisata tapak paderi ini memang akan dihidupkan lagi oleh komunitas yang memang berpartisipasi dalam wisata baru ini. Banyak rencana yang akan segera di lakukan di wiata baru ini, secepatnya wisata ini akan ada tempat outbound dan pasar komunitas. Upaya ini dilakukan agar tempat wisata ini menjadi tempat wisata yang nyaman untuk bersantai, bermain dan ramai didatangi pengunjung.
Upaya yang dilakukan untuk menarik pengunjung pun dilakukan dengan cara promosi lewat media sosial seperti facebook, instagram dan whatsapp. Banyak pengunjung yang datang ke wisata baru ini bukan hanya orang dewasa bahkan anak-anak dari sekolah TK yang ingin belajar budidaya penyu yang ada di wisata baru ini.
“Harapan kedepannya yo semoga di tapak paderi ini tetap terjaga kebersihannya dan kenyamanan pengunjung,” tutupnya.
Wisata baru ini memang masih banyak yang harus di perbaiki seperti sampah atas kesadaran dari pengunjung itu sendiri dan fasilitasnya. Kendala yang lain adalah masalah biaya yang memang masih dikeluarkan dari koperasi dan uang pribadi dri komunitas yang ikut berpartisipasi.
Untuk itu pengelola wisata ini mengharapkan bantuan dari Dinas terkait dan sudah ditanggapi untuk fasilitas seperti mushola yang belum memadai. Tujuan dari komunitas yang ada di wisata ini adalah pengungjung bisa menikmati wisata baru ini dengan nyaman dan mendapatkan cerita untuk di bawa pulang kerumah. (Mg.4)