Yetti: Perlindungan JKN-KIS itu Penting Sekali

Curup, Jamkesnews – Yetti Faroza (56) merupakan salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang ikut merasakan kebaikan program yang sudah memasuki usia sewindu ini. Ia merupakan peserta dari segmen anggota keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Alhamdulillah. Saya sudah terlindungi, suami dan anak-anak saya juga sudah terlindungi. Kami sekeluarga sudah terlindungi semua jaminan kesehatannya. Suami saya sudah menjadi anggota POLRI sejak lebih dari 20 tahun yang lalu, tentu saja sejak itu juga saya dan anak-anak saya sudah diikutsertakan menjadi anggota ASKES. Kalau dulu namanya ASKES, sekarang sudah menjadi BPJS Kesehatan. Sudah berkembang lebih besar dan lebih banyak masyarakat yang dilayani. Itu hal yang baik sekali. Jadi semua masyarakat Indonesia bisa menikmati program pemerintah ini juga,” ujar Yetti, Sabtu (01/05).

Yetti juga mengutarakan pendapatnya tentang program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Menurutnya, memiliki JKN-KIS membuatnya lebih nyaman dan aman.

“Sewaktu anak-anak saya melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta, saya tidak terlalu khawatir lagi kalau mereka sakit. Karena mereka bisa langsung berobat tanpa perlu khawatir akan biayanya. Tinggal mengganti Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) saja, mereka langsung bisa berobat di sana. Karena memang anak-anak masih bisa ditanggung sampai mereka berusia 25 tahun dengan surat keterangan masih kuliah dari universitasnya. Jadi bisa mengurangi beban pikiran saya sedikit walau harus terpisah jauh dari mereka,” ujarnya.

Ia juga mengutarakan kelegaan hatinya, karena anak-anaknya tetap mendapatkan perlindungan jaminan Kesehatan walau sudah bekerja.

“Sekarang dua anak saya sudah bekerja dan sudah dikeluarkan dari kepesertaan anggota keluarga kami. Tinggal yang bungsu yang masih kuliah dan menjadi tanggungan kami. Kedua kakaknya yang sudah bekerja juga tetap menjadi peserta tetapi sudah menjadi tanggungan di tempat mereka bekerja. Ada perasaan lega karena mereka juga masih tetap memiliki jaminan Kesehatan. Karena kita tidak pernah tahu kapan sakit akan datang kepada kita, jadi memiliki perlindungan kesehatan itu penting sekali sebelum terlambat,” tuturnya. (RW/ds)