Yensi Syukuri Keluarganya Terlindungi Jaminan Kesehatannya

 

Curup, Jamkesnews – Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sehingga tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa salah satu harta yang paling berharga bagi setiap orang adalah kesehatannya. Itu sebabnya, perlindungan jaminan kesehatan sudah masuk ke dalam kategori kebutuhan utama Yensi Apriani (30), salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Saya jadi peserta JKN-KIS karena ikut jadi tanggungan suami. Sudah berjalan beberapa tahun ini dan saya rasakan sendiri manfaat dari menjadi peserta JKN-KIS,” ujar Yensi, Senin (28/04).

Yensi dan anaknya menjadi peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yakni menjadi tanggungan dari suaminya yang adalah seorang pekerja di Kabupaten Rejang Lebong.

“Tidak hanya suami saya saja yang diberikan perlindungan jaminan kesehatan oleh tempat kerjanya, tetapi saya dan anak saya Aura juga ikut didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS. Bersyukur sekali mengingat kalau kami sekeluarga sudah terlindungi. Kami juga tidak perlu menyetorkan iuran kami setiap bulannya karena sudah langsung dipotong dari gaji suami saya tiap bulannya secara otomatis. Katanya suami saya, potongan dari tempat kerjanya itu sudah mencakup saya dan anak saya. Jadi satu paket dan lebih murah katanya dibandingkan kalau harus mendaftar menjadi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU),” ujarnya.

Ia mengatakan, Program JKN-KIS yang memasuki usia sewindu ini terbukti bisa menjadi salah satu solusi yang efektif dalam memberikan rasa aman dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Rasa aman itu pasti ada, mengingat sakit nggak tahu kapan datangnya. Itu sebabnya memiliki jaminan perlindungan kesehatan itu perlu sekali. Kita tidak akan terkejut sekali kalau sakit datang tiba-tiba. Tidak perlu sibuk menyiapkan uang yang banyak karena biaya berobat zaman sekarang ini mahalnya nggak ketulungan. Biaya rawat inap tiga hari saja bisa sampai belasan juta kalau kata tetangga saya. Jadi mendaftar menjadi peserta JKN-KIS adalah tindakan yang tepat,” tuturnya. (RW/ds)