Yayasan Polres Bengkulu Peduli Bedah Rumah Janda Penjual Kue


BENGKULU, bengkuluekspress.com – Yayasan Polres Bengkulu Peduli kembali memberikan bantuan bedah rumah kepada masyarakat kurang mampu. Kali ini Sumarni (75) seorang janda yang tinggal di Jalan Seruni 3, RT 9, Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung yang menerima bantuan program bedah rumah dari Yayasan Polres Bengkulu Peduli bekerja sama dengan Baznas Kota Bengkulu.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Bengkulu, AKBP Pahala Simajuntak SIK didampingi sejumlah pejabat utama Polres Bengkulu, Bhayangkari dan pengurus Yayasan Polres Bengkulu Peduli, Senin (10/8) pagi.
Kapolres Bengkulu mengatakan, sejak dibentuk tahun 2015 lalu, program bedah rumah Yayasan Polres Bengkulu Peduli telah membantu membangun sekitar 30 unit rumah masyarakat kurang mampu.


“Sudah sekitar 30 unit rumah dibangun oleh Yayasan Polres Bengkulu Peduli sejak tahun 2015 lalu,” jelas Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan, program bantuan bedah rumah tidak akan berhenti diberikan. Tim Yayasan Polres Bengkulu Peduli masih mencari penerima bantuan bedah rumah selanjutnya. Karena untuk mencari penerima bantuan tersebut harus melakukan survei terlebih dulu. Yang pasti penerima bantuan harus masyarakat tidak mampu yang mempunyai rumah tidak layak huni kemudian rumah tersebut berdiri diatas sertifikat sendiri. Memang tidak mudah mencari kriteria tersebut, tetapi pengurus Yayasan Polres Bengkulu Peduli aktif mencari masyarakat yang masuk kriteria.

“Yang mendapatkan bantuan ini memang benar-benar masuk kriteria, yang dicari benar-benar yang sedang membutuhkan,” imbuh Kapolres.

Rumah milik Sumarni lokasinya berada di ujung gang. Jika dilihat dari luar dinding rumah memang sudah tembok, tetapi kondisi tembok sangat memprihatinkan. Konstruksinya tidak kuat, didorong sedikit sudah bergoyang. Begitu juga dengan atap, kemudian kondisi bangunan lain kondisinya tidak layak. Sudah puluhan tahun menempati rumah tersebut belum bisa menyisihkan uang untuk membangun. Sehari-hari berjualan kue keliling, penghasilannya tidak seberapa.
“Saya sangat berterima kasih kepada Yayasan Polres Bengkulu Peduli dan para donatur sehingga dapat bantuan bedah rumah,” ujar Sumarni.


Rumah lama Sumarni belum dirobohkan, menunggu rumah bantuan bedah rumah selesai seluruhnya dibangun.
Pengawas Yayasan Polres Bengkulu Peduli, Sukatno MSI mengatakan, tidak ada tendensi apa-apa pada program bedah rumah, apalagi kepentingan politik atau kepentingan lain.

Semata-mata misi Yayasan Polres Bengkulu Peduli adalah membantu warga yang kondisinya jauh dibawah garis kemiskinan yang memiliki rumah tidak layak huni. Sukatno berharap, donatur lain bisa memberikan bantuan melalui Yayasan Polres Bengkulu Peduli untuk meringankan beban masyarakat yang kondisinya jauh dibawah garis kemiskinan.
“Kita tidak ada tendensi apa-apa, misinya hanya beramal,” pungkas Sukatno.(167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*