Yayasan Polres Bengkulu Bedah Rumah Pekerja Serabutan

RIO/Bengkulu Ekspress
PEDULI SESAMA: Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman bersama para undangan membuka kegiatan bedah rumah milik Anto Saputra warga kurang mampu di Jalan Mahakam III Kota Bengkulu yang di inisiasi oleh Yayasan Polres Bengkulu Peduli bersama sejumlah donatur, Selasa (26/2).

Tinggal Berempat, Beralaskan Lantai Tanah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Yayasan Polres Bengkulu Peduli kembali memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada masyarakat yang tidak mampu di Kota Bengkulu. Kali ini rumah milik Anto Saputra (40) seorang pekerja serabutan warga Jalan Mahakam III Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu yang mendapat bantuan bedah rumah. Sudah selayaknya Anto Saputra yang hanya tinggal bersama istri dan dua orang anaknya dirumah ukuran 5×4 meter tersebut mendapatkan bantuan bedah rumah.

Pasalnya, kondisi rumah Anto kurang layak ditempati. Bentuk rumah tersebut sangat sederhana, dindingnya dari papan bekas, atapnya dari seng yang sudah usang dan lantai beralaskan tanah. Bahkan kamar mandi pun tidak ada, jika ingin mandi atau buang air besar dan kecil harus menumpang kerumah tetangga.

Jangan harap nyaman berada didalam rumah tersebut, rasanya pengap dan sangat panas karena kurang sirkulasi udara dan sempit. Anto mengaku, jika hujan deras rumahnya tergenang dan becek karena lantainya tanah dan bahkan beberapa atapnya pun bocor.

“Intinya sangat tidak nyaman, saya sangat berterima kasih kepada Kapolda Bengkulu dan Yayasan Polres Bengkulu Peduli, Baznas Provinsi dan Kota Bengkulu, Bank Bengkulu dan para donatur sehingga rumah saya dapat bantuan bedah rumah,” jelas Anton saat diwawancarai Bengkulu Ekspress, kemarin (26/2).

Ia menjelaskan, dirinya sudah 1 tahun mendiami dan tinggal dirumah tersebut bersama istrinya bernama Hadis (37) dan dua orang anaknya yakni Naja (8) dan Barak (2). “Istri ada mas, anak ada dua orang, dengan kondisi seperti itu terkadang malam tidak bisa tidur karena panas apalagi ketika siang hari,” imbuh Anto Saputra.

Ia mengungkapkan, penghasilan sebagai pekerja serabutan pun tidak menentu. Terkadang dalam satu hari tidak mendapatkan uang sama sekali, namun kadang ada tetapi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam satu hari seperti beli beras dan keperluan anaknya yang terbilang masih kecil itu. “Kalau saya tidak kerja, mungkin saya bersama tidak bisa makan karena sehari tidak menentu dapat berapa, namun saya dan keluarga tetap menyukurinya mas,” terang Anto Saputra.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman MH yang turun langsung kelokasi bedah rumah sangat mengapreasiasi program bedah rumah tersebut. Selain memberi bantuan kepada masyarakat tidak mampu, bedah rumah juga menumbuhkan semangat gotong royong sehingga meningkatkan solidaritas.

Jika sudah seperti itu diharapkan terjalin interaksi yang baik antara warga dan aparat penegak hukum sehingga bisa mengurangi angka kriminalitas karena masyarakat lebih sering berkomunikasi dengan aparat penegak hukum terkait informasi khamtibmas didaerahnya.



“Saya sangat dukung program ini dan saya minta program bedah rumah ini terus berlangsung karena memiliki banyak manfaat dan bedah rumah ini sangat positif, karena menumbuhkan semangat gotong royong dan meningkatkan solidaritas,” jelas Kapolda Bengkulu yang juga merupakan putra asli Bengkulu ini.

Selain itu, ia mengatakan, semoga program ini bisa menjadi sarana bagi para donatur untuk peduli sesama umat manusia terutama bagi yang membutuhkan, tidak ada ruginya menyisihkan sedikit penghasilan yang didapat untuk meringankan beban orang lain.

“Saya harap makin banyak donatur yang ikut serta menyumbangkan sedikit penghasilannya untuk program ini dan kita minta kepada DPRD dan pihak pemerintah provinsi bisa mendata dimana saja warga yang rumahnya patut untuk dibeda,” ucapnya.Dalam kesempatan itu juga, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman MH turut menyumbangkan uang pribadinya untuk membantu bedah rumah milik Anto sebesar Rp 10 juta.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, H Muktaridi Baijuri mengatakan, tidak ada tendensi apa-apa dalam program bedah rumah, apalagi kepentingan politik atau kepentingan lain. Semata-mata misi untuk membantu warga yang kondisinya jauh dibawah garis kemiskinan yang memiliki rumah tidak layak huni.

Dirinya berharap, donatur lain bisa memberikan bantuan melalui Baznas Provinsi dan Kota Bengkulu yang nantinya akan disalurkan ke Yayasan Polres Bengkulu Peduli untuk meringankan beban masyarakat yang kondisinya jauh dibawah garis kemiskinan. “Jika dilihat rumah ini kondisinya sangat tidak layak, pemiliknya jauh dibawah garis kemiskinan, belum lagi mencari hidup sehari-hari. Artinya, kita tidak ada tendensi apa-apa, misinya hanya beramal,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo SIk mengatakan, tidak sembarangan Yayasan Polres Bengkulu Peduli memilih warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah. Selain harus benar-benar tidak mampu, tanah tempat rumah berdiri harus benar-benar tanah milik sendiri dan tidak bermasalah.

Jumlah warga yang sudah mendapatkan bantuan bedah rumah dari Yayasan Polres Bengkulu Peduli sekitar 14 orang. Rumah Anto Saputra ini merupakan rumah ke 15 dibedah. “Total sudah ada 15 rumah yang kita bedah termasuk rumah Anto Saputra ini, Program bedah rumah inikan tidak kerja sendiri, tetapi kerja gotong royong, begitu juga dengan pendanaannya. Semoga kedepan kita bisa memberikan bantuan kepada warga lain yang membutuhkan,” tutupnya. (529)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*