Yanto Janji Fokus Besarkan PMJB

Yanto

BENGKULU, BE – Dr Yanto SH MH kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) periode 2021-2026. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yang juga menjabat sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar Bali itu terpilih sebagai Ketua PMJB dua periode, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-4 tahun 2021, di Raffles City Hotel Bengkulu.

“Musprov sudah digelar, dan menyatakan Pak Yanto kembali menjabat sebagai Ketua PMJB periode 2021-2026,” terang Ketua Steering Committee (SC), Dr Soemarno saat memimpin sidang Musprov PMJB, dengan tema ‘guyup rukun untuk Bengkulu berkemajuan’ di Raffles City Hotel Bengkulu, kemarin (26/5).

Dijelaskannya, dalam proses pencalonan, semua pengurus PMJB kabupaten menujuk Yanto untuk kembali menjabat sebagai Ketua. Sehingga dalam sidang Musprov, langsung menyatakan Yanto sebagai Ketua PMJB. Tidak hanya penentukan Ketua PMJB, dalam Musprov juga menentukan 4 orang dari 5 orang formatur yang ditetapkan. Formatur itu ialah Soemarno dari utusan PMJB Bengkulu, lalu Hartono dari PMJB utusan Bengkulu Selatan, Bambang Purnama dari PMJB utusan Bengkulu Utara dan Revo Istikoro dari utusan PMJB Kepahiang. Tim Formatur yang terpilih itu, bertugas untuk menyusun kepengurusan baru PMJB periode 2021-2026.

“Penyusunan kepengurusan dan program diberikan waktu maksimal 1 bulan kedepan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PMJB Bengkulu, Yanto mengatakan, terimakasih kepada semua pengurus dan anggota PMJB yang telah mempercayainya kembali terpilihnya sebagai Ketua PMJB. Kedepan tentu, PMJB menjadi organisasi yang semakin baik. Sebab, pria kelahiran Gunung Kidul, pada 21 Januari 1960 itu menegaskan, dirinya akan lebih fokus membesarkan PMJB. Berbeda dengan sebelumnya, banyak terbentur dengan kesibukan dirinya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Sebelumnya saya sibuk sekali sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sibuk banget, ngak bisa ditinggal. Sekarang sudah jadi Hakim Tinggi, jadi waktunya agak longgar,” terang Yanto.

Untuk itu, Yanto mengajak kepada semua pengurus dan anggota PMJB untuk bisa bersama-sama membangun PMJB. Karena banyak program yang perlu diselesaikan. Apalagi PMJB sudah banyak dipercaya masyarakat, bahkan PMJB juga pernah mendatangkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Provinsi Bengkulu.

“Kita sudah menjadwalkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Bengkulu. Tapi karena pendemi covid-19, jadi tertunda,” ungkapnya.

Hadirnya kepala daerah asal Jawa itu, menurut Yanto, karena masyarakat jawa di Bengkulu itu banyak dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Bahkan beberapa bantuan alat kesenian jawa juga diberikan kepada masyarakat Bengkulu melalui PMJB. Seperti Jawa Tengah memberikan bantuan gamelan dan wayang kulit. Lalu DIY memberikan bantuan gamelan dan Jawa Timur akan memberikan bantuan gamelan dan reok.

“Bantuan yang tertunda itu, mudah-mudahan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dr Yanto SH MH itu dikenal oleh masyarakat luas sebagai seorang Dalang Wayang Kulit. Masyarakat umum juga mengenal Yanto sebagai hakim yang ganas menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap mantan ketua DPR terpidana Setya Novanto, dalam kasus KTP elektronik. Selain menjabat sebagai Ketua PMJB, Yanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Nasional. Lalu Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Janabadra, Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Ketua Nasional Masyarakat Jogja, Ketua Dewan Penasehat Putra/i Transmigrasi (Patri). (151)