Wow! Gara-gara Ini Dunia Melihat Kehebatan TNI AD

081800_140137_TNI_kontingen_menembak_d
Kontingan TNI AD tampil sebagai Juara Umum Lomba Tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 20 negara yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM). Kejuaraan ini berlangsung selama 16 hari, 3-Mei 2016 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia. FOTO: Puspen TNI for JPNN.com

JAKARTA – Dunia terhenyak menyaksikan prestasi yang diraih Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam ajang Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM). Di ajang tersebut, TNI AD tampil sebagai Juara Umum Lomba Tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 20 negara.

Banyak negara yang tertarik untuk membeli senjata yang diproduksi PT Pindad. TNI berkomitmen menggunakan senjata dalam negeri untuk menyokong industri alat utama sistem pertahanan (Alutsista) itu.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono menyatakan, 19 negara yang mengikuti AASAM hampir semuanya tertarik dengan senjata yang digunakan TNI dalam perlombaan itu. Seperti, senapan SS2- V4, pistol G2 elite, pistol G2 combat, dan senjata lainnya.

“Mereka tanya-tanya saat kami ikut lomba. Mereka ingin tahu seperti apa senjata yang kami gunakan,” terang dia saat acara penyambutan dan penyerahan penghargaan bagi para prajurit yang telah mengukir prestasi pada ajang AASAM.

Menurut dia, negara peserta AASAM yang tampaknya serius ingin membeli adalah Brunei Darussalam, Filipina, dan Laos. Mereka sering menyatakan jenis dan spesifikasi senjata buatan dalam negeri itu.

Mereka juga bertanya apakah senjata bisa dibeli dan dijual untuk umum. “Saya katakan bisa dibeli,” jelas jendral kelahiran Boyolali, Jawa Tengah itu.

Negara mana yang sudah membeli senjata itu? Mulyono mengatakan, dia belum mengetahui secara pasti. Pembelian itu dilakukan langsung dengan PT Pindad, perusahaan yang memproduksi senjata tersebut.

Pembelian senjata bukan melalui TNI, karena itu sudah berkaitan dengan bisnis perusahaan BUMN itu. “Silahkan tanya ke Pindad langsung,” ungkap dia. (lum)