Workshop Tutor dan Pamong PKBM

1. Endang/Bengkulu Ekspress
Pembukaan workhsop bagi pamong dan tutor Pendidikan Kesetaraan di SMKN 3 Kota Bengkulu (3/10).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, menggelar workshop bagi tutor dan pamong peserta didik kesetaraan. Workshop peserta peran, serta pamong dan tutor pendidikan kesetaraan (paket) ini melibatkan semua kesetaraan mulai pendidikan kesetaraan A, B dan C. Digelar selama tiga hari, terhitung kemarin (3/10), di aula SMKN 3 Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu Dra Rosmayetti MM, saat membuka kegiatan menuturkan, workshop itu bertujuan untuk meningkatkan pendidikan non formal pada pelaksanaan Ujian Nasional Kesetaraan 2019, dengan sistem Computer Based Tes.

“Workshop ini wadah pembelajaran bagi para peserta, merancang dari metode pembalajaran, harapan pemerintah pendidikan non formal setara dengan pendidikan formal,” ujarnya.

Dibeberkan Rosmayetti, memajukan pendidikan non formal tak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) untuk bekerja ikhlas. Karena menjadi tenaga pendidik tak serta merta mengharapkan imbalasan besar. Jikapun ada bantuan besaranya pun masih jauh dari standar.

Rosmayetti menyatakan bersyukur, dengan adanya workhsop bagi tenaga didik non formal ini. Menurutnya, apa yg dilakukan tidak sebanding dengan kesejahteraan, tapi melaksanakan tugas menyukseskan wajib belajar 12 tahun. Pembelajaran sekarang ini bisa memberikan dampak dan output yang baik.

“Semoga PKBM terus berkembang lebih baik. Kami titipkan ilmu dari workhsop ini dapat dikembangkan di PKBM dan berkomitmen bersama kita bisa, bersama kita maju, bersama kita sukses” tutupnya.

Panitia Pelaksana Workshop, Jayadi Suyuti saat dikonfirmasi Bengkulu E menuturkan, peningkatan mutu bagi tenaga pendidik non formal selalu dilakukan hampir setiap tahun. Dengan melibatkan tutor dan tenaga pendidik semua jenjang pendidikan kesetaraan dari paket A, B dan Paket C. Jumlah peserta sebanyak 30 orang, rincianya 24 peserta dari PKBM, 3 penilik dan 4 pamong belajar SKB. ‘Saat ini masih proses awal, penanamannya masih menunggu musim hujan turun,” tutupnya. (247)