Wisatawan Pertanyakan Jembatan Bukit Kaba

CURUP, Bengkulu Ekspress– Sejumlah wisatawan khususnya para pendaki Gunung Api Kaba atau Bukit Kaba mempertanyakan proses pembangunan jembatan dijalur pendakian. pasalnya jembatan yang ada dijalur pendakian khusus kendaraan tersebut terhenti pembangunannya. “Sayang ya bang, jembatannya kok seperti pembangunanya tak selesai, apa memang lagi berhenti atau tidak dilanjutkan,” sampai Mardani (27) salah satu pendaki.

Kondisi pembangunan jembatan yang belum selesai tersebut, menurut Mardani justru menghadirkan pemandangan yang kurang bagus dijalur pendakian bukit kaba. Meskipun dari kenyamanan para pendaki sendiri, Mardani mengaku tidak ada masalah karena jalur tersebut masih bisa dilalui karena adanya jembatan darurat yang bisa dilewati kendaraan roda doa. Namun menurutnya jembatan darurat tersebut tidak akan bertahan lama karena hanya terbuat dari bambu dan papan yang kondisinya mulai lapuk.

“Kalau pendakian biasa gak masalah, cuman takutnya nanti saat ada evakuasi dari atas menggunakan kendaraan justru timbul masalah disini,” jelas.

Dengan melihat kondisi pembangunan jembatan yang tak selesai tersebut, Arif (24) salah satu pendaki lainnya berharap agar Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bisa melanjutkan pembangunan jembatan. Karena menurutnya sangat disayangkan anggaran sudah dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut tidak memberikan asas manfaat khususnya bagi para pendaki.

“Kami berharap agar pembangunan jembatan ini bisa diselesaikan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh para pendaki,” harap Arif.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Rejang Lebong Yusran Fauzi ST mengungkapkan bahwa proses pembangunan jembatan dijalur pendakian Bukit Kaba tersebut dihentikan hal tersebut karena Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah memutus kontrak pembangunan jembatan.”untuk pembangunan jembatan bukit kaba gagal dilaksanakan dan kita sudah memutus kontrak dengan pihak ketiga,” aku Yusran.

Meskipun gagal, namun menurut Yusran pembangunannya akan kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam APBD Perubahan tahun 2019 ini. Karena menurut Yusran proses pengerjaan pembangunan lanjutan dari jembatan tersebut tidak akan lama lagi, karena untuk kedua sisi tiangnya sudah selesai sehingga proses pembangunannya tinggal lantai lagi.”akan kita usulkan dalam APBD Perubahan, karena pembangunannya tinggal lantai jembatannya lagi,” paparnya.



Sementara itu, terkait pembangunan jalan ke puncak Bukit Kaba, menurut Yusran pihaknya akan menunggu selesainya pembangunan jembatan terlebih dahulu. Bila pembangunan jembatan sudah selesai maka pemerintah Kabupaten Rejang Lebong baru akan memperbaiki jalan menuju puncak Bukit Kaba.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, pembangunan jembatan yang menelan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar tersebut proses pembangunannya memang sudah terhenti. Dari pantauan jembatan yang berjarak sekitar 1 KM dari pintu gerbang TWA Bukit Kaba tersebut, proses pembangunannya belum mencapai 50 persen, dimana untuk proses pengecoran dua sisi tiang jembatan juga belum selesai, sementara itu sejumlah material pembangunan terutama besi-besi masih terlihat berserakan dibeberapa lokasi disekitar kawasan pembangunan jembatan.

Selain menyisakan pembangunan jembatan yang tak selesai, proses pembangunan jembatan juga menyisakan kerusakan gapura pintu masuk TWA Bukit Kaba, dari informasi yang diterima gapura pintu masuk TWA Bukit Kaba rusak karena ditabrak mobil pembawa material pembangunan jembatan. Rusaknya pintu gerbang TWA Bukit Kaba hingga kemarin juga tak diperbaiki oleh pihak ketiga pemenang tender pembangunan jembatan Bukit Kaba.(251)