Wisata Bengkulu Kurang Diperhatikan

EKO/Bengkulu EkspressKomunitas Backpacker International saat berkunjung ke Graha Pena Bengkulu Ekspress, Selasa (11/6).

Komunitas Backpacker  International Kunjungi Bengkulu Ekspress

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Provinsi Bengkulu memiliki segudang objek wisata. Baik wisata alam, sejarah, budaya maupun wisata kuliner. Namunwisata tersebut dinilai masih kurang diperhatikan.  Backpacker International, Haris Subehan Riparev mengatakan, jika tempat wisata di Provinsi Bengkulu diperhatian secara serius, maka diyakini akan mampu mengundang banyak wisatan ke Provinsi Bengkulu.

“Kalau saya lihat, tempat wisata di Bengkulu ini tidak kalah dengan tempat wisata lain di Indonesia maupun di luar negeri. Tapi masih kurang perhatian, untuk memikat para pengujung,” terang Haris saat berkunjung ke Graha Pena Bengkulu Ekspress, kemarin (11/6).

Dikatakannya, dari 62 negara yang pernah ia kunjungi, jika dibandingkan di Bengkulu, tempat wisatanya banyak keunikan. Seperti Pantai Panjang memiliki pantai yang panjangnya membuat puas para wisatawan untuk menikmati alam pantai. Hanya saja, banyak catatan yang perlu dilakukan pembenahan. Terutama terkait sampah, masih banyak berserakan di mana-mana.

“Kesan wisata akan dilihat orang datang itu terkait kebersihan. Jika banyak sampah, maka akan mendapatkan nilai minus,” paparnya.

Bahkan ketika ia datang ke Bengkulu, masih ditemukan sampah dibakar di wilayah wisata. Padahal, pembakaran sampai itu sangat tidak baik. Disamping membuat polusi, bekas sampah bakar juga merusak pemandangan. Harusnya sampah-sampah itu diangkat ke tempat pembuangan sampah.

“Edukasi masyarakat untuk tidak buang sampah sebarangan itu perlu dilakukan. Jika memang sudah parah, pemerintah harus hadir untuk melakukan pembersihan. Khususnya pada musim wisatawan banyak (hari libur besar), baik wisatawan lokal maupun luar,” tambah Haris.

Termasuk untuk zonasi juga harus menjadi perhatian. Komunitas penjelajah wisata ini menilai, tempat wisata Pantai Panjang harus memiliki zonasi, baik zona pedagang, zona bermain anak, zona olahraga, dan zona fasilitas kendaraan umum. Sehingga zona ini memberikan kepastian wisatawan untuk berkunjung. “Wisatawan berkunjung itu mau lihat hal baru ada yang akan dilihat ditempat yang lain. Itulah dibutuhkan zonasi. Jadi itu akan menarik untuk dikunjungi, wisatawan bebas memilih untuk berkunjung dimana,” paparnya.

Termasuk nama Pantai Panjang sendiri, juga harusnya diperhatikan. Dari berbagai negara yang ia kunjungi, semua negara hampir memiliki nama Pantai Panjang atau Long Beach. Ketika orang bercerita Pantai Panjang, maka orang akan mengatakan sudah ada Pantai Panjang yang dekat. Harusnya nama Pantai Panjang itu, menurut Haris diubah, seperti diberikan nama Pantai Putri Gading Cempaka. Nama ini memiliki perbedaan dengan daerah lain, di samping memiliki sejarah tersendiri.

“Kalau tidak bisa jadi yang pertama, harus bisa jadi yang berbeda. Itulah yang akan menarik wisatawan datang. Di samping harus melakukan promosi yang terus menerus. Dari promosi kecil hingga promosi sekala besar,” ungkapnya.

Tidak hanya Pantai Panjang, wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) juga menjadi sorotan. Mengingat DDTS sendiri memiliki lokasi yang unik, tepat di tengah Kota Bengkulu. Jika dikelola dengan baik, maka dipastikan wisatawan akan banyak datang.

“Pemerintah memang harus hadir cepat, untuk melakukan penataan. Karena potensi wisata danau ini sangat besar. Apalagi turis itu suka dengan petualangan, karena untuk melihat mall maupun wisata modern di Negaranya lebih dari itu. Jadi tidak heran lagi,” kata Haris.

Festival Tabut Bengkulu juga banyak menjadi perhatian semua orang, termasuk wisatawan. Sebab, tabut sendiri hanya ada di Bengkulu dengan di Sumatera Barat (Sumbar). Keunikan tabut Bengkulu lebih dari tabut Padang, harusnya bisa ditata lebih baik lagi.

“Promosinya memang yang masih kurang. Harusnya promosi itu dilakukan satu tahun sebelumnya event, bukan satu bulan sebelum event. Agara wisatawan bisa mempersiapkan kunjungan jauh hari untuk ke Bengkulu,” tegasnya.
Sementara itu, Pengamat Pariwisata Bengkulu, Suparhim mengatakan, potensi wisata di Bengkulu tinggal mendapatkan sentuhan. Jika dilakukan perhatian secara lebih, maka wisata itu akan meningkatan ekonomi daerah.
“Memang pemerintah harus hadir, bila perlu 100 persen full mendorong. Agar maksimal pengelolaannya,” ujar Suparhim.

Menurutnya, Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah yang saat ini telah memiliki program visit 2020 itu sudah baik. Hanya saja, persiapan harus dilakukan secara matang saat ini. Jangan sampai visit tersebut justru tidak banyak dukunjungi oleh para wisatawan.

“Kalau saya lihat promosinya sudah bagus. Tapi komersil wisatanya belum ada, perputaran uang itu hanya dari lokal saja. Harus didatangkan dari luar agar perputaran uang itu semakin besar,” pungkasnya. (151)