Wirausaha Ayam Petelur Menjanjikan

Bakti/BE
AYAM PETELUR : Ketua TPID Pondok Kubang, Syaiful (kiri) bersama Mansur selaku pengusaha ayam petelur di Desa Margo Mulyo, Pondok Kubang, kemarin (26/1).

PONDOK KELAPA, bengkuluekspress.com – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendatangkan uang. Salah satunya adalah dengan berwirausaha atau menciptakan peluang usaha. Seperti yang dilakukan Mansur (69), warga Dusun II RT 4 Desa Margo Mulyo, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Benteng.

Berawal dari kegemarannya memelihara ayam, Mansur membulatkan tekat untuk menekuni usaha ternak ayam petelur. “Usaha ayam petelur ini sudah saya tekuni sejak tahun 2017 lalu. Saya memang senang memelihara ayam,” ungkap Mansur.

Menurut Mansur, usaha ayam petelur ini mampu menjadi pundi-pundi penghasil uang yang dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  Awalnya, beber Mansur, pembuatan kandang ayam serta pembelian ayam petelur dilakukan secara bertahap.

“Modal yang terbatas membuat saya membuka usaha ini secara bertahap. Alhamdulillah, saat ini usaha kandang ayam petelur sudah berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Disampaikan dia, saat ini kandang ayam yang terletak di belakang rumahnya telah berisi 1.500 ekor ayam produktif. Selain penghasil telur, kotoran ayam juga banyak dilirik masyarakat untuk dijadikan pupuk kompos. Selanjutnya, ayam yang sudah tidak produktif nantinya bisa dijual untuk dikonsumsi.

Dengan asupan makanan yang sesuai takaran, setiap ekor ayam mampu menghasilkan telur setiap hari. Ukuran telur yang dihasilkan juga bervariasi. Ada yang ukuran kecil, ukusan sedang dan telur ukuran besar. Harga jual telur juga bervariasi. Yaitu, senilai Rp 44 ribu untuk 1 karpet (30 butir) ukuran besar, Rp 40 ribu untuk ukuran sedang dan Rp 32 ribu untuk telur ayam ukuran sedang.

“Pemasaran telur ayam sangat mudah. Saya sudah memiliki pelanggan tetap. Baik warga dari dalam desa ataupun warga luar. Bahkan, saya sudah memiliki pelanggan tetap berupa usaha rumah makan dan restoran,” demikian Mansur.

Sementara itu, Ketua TPID Kecamatan Pondok Kubang, Syaiful mengatakan, pengembangan usaha di tingkat desa merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan geliat ekonomi. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan lapangan pekerjaan baru.

“Setiap desa memiliki memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai penghasil uang. Baik itu dari sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Pola pikir masyarakat harus diubah agar bisa bangkit dan terus berinvasi. Masyarakat juga mesti pandai membaca peluang usaha,” kata Syaiful.(135)