WD Baru Siap Benahi FKIP

Drs Santoso MSiBENGKULU, BE – Dalam rangka memingkatkan kualitas dan pembenahan, beberapa waktu yang lalu Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), mengadakan restruktur organisasi.
Drs Santoso MSi yang dilantik menjadi wakil dekan (WD) bidang akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMB, menyatakan sudah merancang beberapa program pembenahan dalam upaya mendukung UMB menjadi kampus yang berkualitas.
“Tentu beberapa hal harus kita benahi dan saya sudah memikirkan hal tersebut,” ungkapnya kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (17/2).
Dikatakan Santoso, pembenahan yang akan dilakukannya yang pertama pembenahan akademik. Dia mengatakan, proses akademik semakin dirapikan. Tujuannya, dijelaskannya agar tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi akademik beserta administrasinya.
“Kita akan benahi administrasi akademik. Mulai dari pendaftaran mahasiswa, jumlah mahasiswa, mahasiswa cuti, dan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, dia juga telah menyusun konsep pembenahan dalam micro teaching. Disampaikannya, pada tahun ajaran mendatang, pelaksanaan ‘peer teaching’ akan dilakukan oleh tim penguji. Selain itu, pelaksanaannya akan difokuskan di laboratorium micro teaching.
“Kalau tahun sebelumnya, yang menguji dosen. Tahun ini diharapkan bisa dibentuk tim khusus untuk menjadi penguji. Pelaksanaannya juga tidak lagi di ruang kelas, karena kita punya lab micro teaching,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), para mahasiswa diharuskan mengikuti kurikulum 2013. Dari itu, dia mengatakan para mahasiswa juga akan dilatih mengenai kurikulum baru tersebut. “Sekarang, sekolah  sudah menerapkan kurikulum baru. Maka, para mahasiswa yang melakukan PPL (magang,red) harus difokuskan dengan kurikulum 2013 ini,” sampainya.
Untuk meningkatkan kualitas profesional, UMB juga akan mengintensifkan seminar akdemik atau workshop yang berkorelasi dengan kependidikan. Seminar tersebut penting untuk ditambah jam tayangnya. Karena saat ini intensifitas seminar sangat kurang.
“Seminar tersebut penting, karena mahasiswa dilatih untuk berfikir secara akademis,” imbuhnya.
Pada 2015 mendatang, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, para dosen wajib bergelar master dan menamatkan kuliah tingkat S2. Begitu juga dengan UMB, para dosen tidak boleh lagi S1. Diakui saat ini masih ada dosen yang baru S1. Namun, dipastikan, tahun 2015, semua dosen sudah S2. Terkecuali buat pengajar mata kuliah Al-Islam dan kemuhammadiyahan. (cw5)