Wayang Semalam Suntuk

LAPANGAN sepak bola Desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja, kemarin malam semalam suntuk didapati warga etnis Jawa. Ribuan penduduk Seluma tersebut mengikuti acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan tema ’Turunnya Wahyu Cokro Ningrat’ yang didalangi Ki Mantep Hikayat.

Hiburan seni tradisonal wayang memang jarang dilakukan di Seluma. Biasanya baru digelar ketika ada kandidat dalam pilkada berkampanye dan digelar setahun sekali oleh Paguyuban Masyarakat Jawa Seluma (PMJS). Ki Mantep membawakan cerita ilham yang diterima oleh tokoh pewayangan Abimayu yang merupakan anak janoko atau Arjuno, cucu dari Pandawa.

Tak hanya ditonton dan dinikmati warga asal Jawa di Seluma saja, hiburan kemarin malam itu, Plt Bupati Seluma, H Bundra Jaya SH MH ikut terlihat sejenak menyempatkan diri nonton hiburan tersebut. Namun, ketika dalam kesempatan di tengah cara, ketika ditanya soal cerita wayang itu, Bundra mengaku belum mengerti alur ceritanya karena belum memahami bahasa pewayangan.

”Kesenian wayang biasa kita lakukan untuk menjadi sarana hiburan dan penyampaian pesan kepada masyarakat,” kata Ketua PMJS, Drs Suparto MSi. (444)