Wayang Semalam Suntuk, Ki Manteb dan Ki Suparno Meriahkan PRB

RIO-PAGELARAN WAYANG KULIT PRB-KI MANTEP&KI SUPARNO (6)BENGKULU, BE – Memeriahkan peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana 2014 di Kota Bengkulu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bengkulu menggelar wayang kulit, tadi malam (14/10). Didalangi Ki Manteb Soedharsono dan Ki Suparno Wonokromo, pagelaran ini dibanjiri penonton dari berbagai kalangan. Pagelaran ini berlangsung semalam suntuk di panggung View Tower.
Sepanjang acara, kedua maestro dalang tanah air tersebut memukau penonton. Tampil secara estafet, Ki Suparno tampil lebih awal atau mucuki. Pertunjukannya kemudian diteruskan oleh Ki Manteb hingga larut malam.
Pertunjukkan ini pun semakin meriah dengan kehadiran sinden-sinden nan cantik. Alunan musik tradisional Jawa yang dilakukan oleh para profesional semakin membuat suasana malam itu penuh kesan yang menyenangkan.
Diwawancarai, Ki Manteb mengatakan, penampilannya melakonkan kisah Semar Boyong Romonitis. Artinya, upaya rakyat untuk mencari pengayoman dan pengarahan untuk dapat mengantisipasi bencana. Pasalnya, Indonesia kerapkali mengalami bencana seperti kebakaran, banjir dan lain-lain.
“Di sisi lain masyarakat juga harus tanggap dan waspada terhadap bencana. Jadi ini bukan kerja orang per orang, melainkan kerja kolektif. Namun ini juga sebagai bentuk upaya untuk melestarikan wayang kulit sebagai karya agung budaya dunia, terutama Indonesia,” ujar dalang wayang kulit ternama yang dari Jawa Tengah ini.
Selain ribuan warga, kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten II Pemprov Ir Edy Waluyo, sejumlah insan pers, tokoh agama, tokoh pemuda dan banyak komponen masyarakat lainnya. Mewakili Gubernur H Junaidi Hamsyah SAg MPd, Edy Waluyo menyampaikan permohonan maafnya atas ketidakhadiran gubernur.
“Gubernur sedang berada di Jakarta guna rapat dengan Presiden SBY bersama seluruh gubernur dan pimpinan FKPD se Indonesia,” sampainya.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ki Manteb Soedharsono dan Ki Suparno Wonokromo yang telah berkenan mengisi acara wayang kulit ini.  “Ini merupakan agenda nasional tahunan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Tahun kemarin di Mataram, tahun ini di Bengkulu, dan besok (hari ini, red) akan diadakan pleno untuk penetapan tahun berikutnya,” demikian Edy Waluyo. (009)