Wawali jadi Saksi Warga Mualaf

IST/Bengkulu Ekspress Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menyaksikan proses pengucapan 2 kalimat syahadat oleh seorang mualaf di Masjid Nurul Yaqien, Mingg malam (30/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menjadi saksi pengucapan 2 kalimat syahadat oleh Hendro Agustinus Sianturi (27), di Masjid Nurul Yaqien, Jalan Letjen Soeprapto, Kecamatan Ratu Samban, yang merupakan rangkaian Halal bi Halal Keluarga Besar Gabungan Eksistensi Masyarakat Ulayat Jam Gadang Bukittinggi Salingka Agam (GEMUJA BSA), Minggu (30/6) malam.

Pembacaan syahadat tersebut dibimbing oleh Ustadz Junaidi Hamsyah (UJH) sekaligus memberikan arahan dan nasihat. “Usai membacakan dua kalimat syahadat ini, hendaknya Muhammad Wahyu mulai belajar semuanya dari awal. Konsekuen masuk agama Islam, harus melaksanakan salat 5 waktu dan melaksanakan semua ajaran ajaran agama Islam,” kata UJH.



Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengaku bangga atas bertambahnya umat muslim di Kota Bengkulu, dan berharap dapat melaksanakan ibadah-ibadah yang diajarkan di dalam agama Islam. “Selamat semoga ke depannya pembacaan dua kalimat syahadat ini bukan hanya sekedar ikrar semata, namun sebagai awal dari melaksanakan kewajiban sebagai umat agama Islam. Mulai belajar salat dan semua ajaran ajaran yang ada di agama Islam. Jangan malu untuk bertanya dan meminta bimbingan,” ucap Wawali Dedy Wahyudi.

Sementara itu, Hendro Agustinus Sianturi (27) yang kesehariannya bekerja di Astra Honda Motor merasa senang dan lega usai membacakan dua kalimat syahadat pertanda telah resmi memeluk agama Islam.“Saya sangat senang dan lega telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Masuk agama Islam ini atas keinginan saya sendiri. Semoga kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

Terimakasih Keluarga Besar Gemuja BSA, terimakasih Ustadz Junaidi Hamsyah yang telah membimbing membacakan dua kalimat syahadat dan terimakasih Pak Wawali Dedy Wahyudi yang telah menjadi saksi,” ucap Hendro Agustinus yang telah berubah nama menjadi Muhammad Wahyu Hamsyah. (805)