Water Boom Mubazir

CURUP, BE – Keberadaan Wahana Bermain Air atau Water Boom yang berada di Desa Tunas Harapan Curup Utara, dinilai mubazir. Karena saat ini keberadaan bangunan yang menelan dana sebesar Rp 1,5 miliar tersebut tidak berfungsi.
Padahal keberadaan water boom tersebut bisa menjadi salah satu alternatif wisata masyarakat Rejang Lebong maupun luar Rejang Lebong. Water Boom ini sendiri diresmikan 25 Juni 2014 lalu. Lokasi water boom tepat berada di seberang Danau Bermanei atau Danau Talang Kering yang juga menjadi objek wisata di Kota Curup. Water boom dibangun dengan sumber pembiayaan dari program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perkotaan (PNPM-MP) 2013.
“Memang pernah beroperasi setelah diresmikan dulu, namun setelah itu tutup lagi. Kalau melihat kondisi sekarang tentu mubazir,” ungkap Ifan (35) warga setempat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kordinator Kota PNPM-MP RL, Danditama, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Camat Kecamatan Curup Utara dan Kades Tunas Harapan, guna mencari tahu permasalahan dan penyebab terhentinya operasi water boom tersebut.
“Kita sangat menyayangkan kalau tidak difungsikan. Sebab, pada pembangunannya kami hanya bertindak sebagai perencana sedangkan untuk penyediaan lahan serta pengelolaannya dilakukan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat Desa Tunas Harapan,” jelas Danditama.
Menurut Daditama, pembangunan water boom itu sendiri, semula bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan mendukung kawasan wisata Danau Bermanei yang posisinya tepat berada di seberang lokasi water boom.
“Untuk pengelolaan wahana bermain air itu sepenuhnya dilakukan oleh BKM Desa Tunas Harapan dengan sistem bagi hasil,” jelas Daditama.
Dimana menurut Daditama dalam bagi hasil tersebut disepakati 45 persen untuk BKM, kemudian 30 persen untuk pemilik lahan, 15 persen untuk pemeliharaan dan 10 persen untuk kelembagaan. (251)