Waspadai Tindak Kriminal

=fto Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara AKP M Jufri SIK

Jelang Lebaran Kriminal Meningkat

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan menjelang lebaran. Sebab, tindak kriminal kerap terjadi selama bulan Ramadan, baik perampokan, hipnotis, penipuan, maupun jenis kriminal lainnya dikarenakan desakan ekonomi.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIK mengajak seluruh masyarakat BU dan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk berpartisipasi dalam melakukan pencegahan tindak kriminal merupakan hal yang sangat penting, terutama untuk keamanan diri sendiri.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, jadilah polisi untuk diri sendiri, jangan membuat hal yang dapat memancing timbulnya tindak kriminal,” kata Jufri saat diwawancarai di ruang kerjanya, kemarin (16/5).

Jufri menambahkan, untuk mengantisipasi tindak kriminal tersebut, pihak Polres BU akan terus berkontribusi untuk melakukan pencegahan dengan melakukan patroli rutin serta menempatkan pos-pos penjagaan di tempat rawan kriminal dan pusat-pusat keramaian.”Seperti pada tahun- tahun sebelumnya, kita tetap mengantisipasi dengan melaksanakan patroli dan menempatkan porsenel di pos-pos penjagaan di tempat yang rawan kriminal dan pusat keramaian,” ujranya.



Menurutnya, tindak kriminal ini kerap terjadi karena kelengahan diri sendiri, misalnya pada saat berangkat salat tarawih pintu rumah dikunci tetapi jendela lupa ditutup, kemudian ketika membawa kendaraan karena terburu-buru akhirnya kunciny lupa dicabut.

“Jadi ingat untuk mengunci seluruh pintu rumah saat akan berpergian, kunci kendaraan dan letakkan di tempat aman, jangan bawa barang yang mencolok dan memancing perampokan, agar niat dari pada para pelaku kejahatan tersebut bisa kita cegah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jufri juga mengungkapkan, sejauh ini tindak kriminal tahun ini bila dibandingkan tahun sebelumnya selama bulan suci Ramadan, megalami penurunan. Namun hal ini tidak bisa menjadi patokan, karena setiap akhir Ramadan atau menjelang Idul Fitriterjadi peningkatan yang signifikan, baik tindak kriminal bentuknya penipuan, hipnotis, perampokan, dan pencurian.

“Ya mudah-mudahan hal ini tidak terjadi, karena kita berkaca pada tahun sebelumnya, untuk terus kita tingkatkan antisipasi ini, apalagi masyarakat dapat bekerjasama dengan tetap selalu waspada dan menjadi polisi bagi diri sendiri, sehingga dapat mengurangi tindak kriminal,” tukasnya.(127)