Waspadai Penyakit Tetelo Serang Ayam di Mukomuko

logo

MUKOMUKO,bengkuluekspress.com– Peternak unggas khususnya ayam di Kabupaten Mukomuko harus mewaspadai kemungkinan ancaman penyakit tetelo. Pasalnya, selama musim kemarau ini, banyak ternak ayam milik warga mati. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menduga, penyebab matinya ternak ayam akibatdiserang penyakit tetelo. Penyakit yang disebabkan virus newcastel disease (ND) ini, biasanya datang pada saat pergantian iklim atau pancaroba. “Virus itu sewaktu-waktu bisa menyerang di cuaca dari panas ke hujan atau hujan ke panas seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu, peternak perlu waspada karena penyakit ini bisa mematikan,”demikian Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko,

Apriansyah melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Warsiman. Laporan yang diterima masyarakat, kata Warsiman, saat ini sudah banyak ternak ayam peliharaan warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto,mati. Adapun upaya yang harus dilakukan oleh peternak untuk mengantisipasiancaman penyakit tetelo ini, dengan pemberian vaksin ND terhadap unggas. Jika peternak tidak memberikan vaksin terhadap unggas peliharaannya, maka dampaknya akan fatal.
Penyakit ini merupakan penyakit menular. “Penyakit ini hanya membutuhkan beberapa menit, ayam yang sebelumnya sehat bisa langsung mati terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan, segera memberikan vaksin ND. Vaksin itu merupakan vaksin tetes dan bisa dibeli secara bebas di pasaran,”katanya.

Adapun gejala klinis penyakit tetelo menyerang pada unggas, yaitu terjadi gangguan pernafasan, pencernaan dan syaraf disertai mortalitas yang sangat tinggi. Selain itu ada ciri – ciri lain jika ayam terkena tetelo. Diantaranya jengger pucat, ayam menjadi lesu, kotaran berwarna
kebiruan dan kepala ayam seperti tengleng.
“Penyakit dengan ciri-ciri tersebut, biasanya hanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Setelah itu ayam yang terserang akan mati dengan sendirinya,” demikian Warsiman. (900)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*