Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19, Polisi Jaga Pasar Panorama

REWA/BE
Anggota Polda Bengkulu saat mengamankan Pasar Panorama Kota Bengkulu.

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19 di pasar-pasar tradisional. Hal ini dilakukan mengingat saat ini sudah ada sebanyak 10 kasus positif Covid-19 yang berasal dari kluster Pasar Panorama Kota Bengkulu. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes mengatakan, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Bengkulu mencapai 125 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 10 orang terjangkit Covid dari Pasar Panorama Kota Bengkulu. Dimana saat ini sebanyak 8 orang menjalani isolasi mandiri, 1 orang menjalani perawatan di RSHD Kota Bengkulu, dan 1 orang dilaporkan meninggal dunia beberapa hari yang lalu.

“Kita minta masyarakat waspada terhadap penyebaran Covid-19 di pasar tradisional khususnya di Pasar Panorama Kota Bengkulu,” kata Herwan, Selasa (30/6).

Ia mengaku, sebanyak 10 orang terjangkit Covid-19 di Pasar Panorama Kota Bengkulu terjadi setelah 2 orang pedagang diketahui positif Covid-19 dan meninggal dunia. Kemudian petugas dari Tim Gugus Tugas Kota Bengkulu akhirnya melakukan penelusuran dan memeriksa para pedagang lainnya. Bahkan beberapa minggu yang lalu juga sudah dilakukan rapid test massal.

“Kita sudah melakukan penelusuran dan melakukan rapid test serta uji swab ke pedagang di Pasar Panorama Bengkulu dan hasilnya 10 orang dinyatakan positif Covid-19,” tuturnya.

Ia mengaku, saat ini seluruh pedagang di Pasar Panorama akan diawasi secara ketat oleh petugas agar warga selalu mengikuti protokol Covid-19. Pasalnya kedisiplinan para pedagang untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah masih terbilang rendah.

“Kita sudah minta kepada aparat penegak hukum baik dari Kepolisian maupun TNI untuk rutin merazia pedagang dan masyarakat yang tidak pakai masker,” tutupnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Bengkulu, Jaduliwan SE MM mengaku penularan melalui aktivitas pasar diperkirakan akan meningkat. Hal tersebut disebabkan kedisiplinan para pedagang masih rendah dalam menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah mulai dari mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“Ini merupakan fenomena yang harus diwaspadai secara ketat. Di Bengkulu banyak pasar rakyat atau pasar tradisional dengan tingkat aktifitas yang sangat tinggi dan melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Ia meminta, agar masyarakat Bengkulu perlu waspada dan belajar dari peristiwa sebelumnya, dimana saat ini sudah banyak terjadi penularan di masyarakat terjadi melalui pasar.

“Kami meminta masyarakat agar lebih tertib dan bisa melindungi dirinya sendiri dan keluarganya,” tutupnya.(999)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*