Waspada Petugas PLN Gadungan

Kedok Jual Penutup Meteran Listrik

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – PT. PLN Bengkulu meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan dari oknum yang mengatasnamakan petugas PLN. Seperti yang terjadi belakangan ini aksi penipuan berkedok penjualan box penutup KWH meteran listrik yang mendatangi rumah warga lalu meminta bayaran.

Manajer PLN Area Bengkulu, Nova Sagita mengatakan, terkait dengan adanya pihak yang melakukan pemasangan box meteran listrik dan meminta bayaran, itu jelas adalah tindak penipuan. Orang tersebut juga sudah dipastikan bukan petugas PLN.

“Tidak ada petugas PLN yang bertugas melakukan pemasangan box meteran listrik dan meminta bayaran di lapangan, bisa dipastikan itu ulah penipu,” tegas Nova, kemarin (12/4).

Nova mengungkapkan, PLN tidak ada transaksi tunai atau transaksi di lapangan, apalagi sampai meminta uang dengan paksa.

“PLN tidak pernah menjual kWh meter atau box kWh meter atau alat penghemat listrik atau barang lainnya kepada pelanggan/masyarakat, apalagi transaksinya di lapangan,” lanjut Nova.

Setiap petugas resmi PLN yang mengunjungi rumah pelanggan juga selalu dilengkapi dengan kartu pegawai atau pengenal resmi dan surat tugas dari PLN. Jadi, bagi masyarakat yang ditawarkan hal seperti itu langsung laporkan kepada pihak berwajib karena hal termasuk penipuan dengan mengatasnamakan pihak PLN.

“PLN tidak pernah menjual apapun kepada pelanggan, petugas PLN juga dilengkapi dengan tanda pengenal dan surat tugas jadi jangan sampai ada banyak korban yang berjatuhan lagi,” tutup Nova.

Salah seorang warga Kota Bengkulu, Syamsul mengaku dirinya pernah didatangi dua orang pelaku dan mengaku sebagai petugas PLN. Petugas yang mengaku dari PLN tersebut langsung memeriksa setiap meteran warga yang tidak memiliki penutup KWH meteran listrik dan langsung memasang box atau penutup kilometer tanpa minta izin kepada pemilik rumah.

“Mereka tanpa tanya langsung memasang box penutup meteran listrik, setelah memasang baru mereka meminta uang kepada pelanggan disertai dengan kwitansi pembayaran,” terang Syamsul.

Para pelaku meminta pembayaran Rp 180 ribu, ditambah biaya operasional Rp 20 ribu. Jadi total pembayaran diminta senilai Rp 200 ribu. Namun Syamsul mengaku dirinya tidak langsung membayar uang yang diminta karena merasa tidak pernah meminta untuk dipasangkan.

“Saya tidak mau bayar karena tidak minta dipasangkan, saya juga langsung melaporkan ke Petugas PLN dan ternyata tidak ada seperti itu dan itu merupakan modus penipuan,” sambung Syamsul.

Syamsul juga mengimbau masyarakat untuk tak langsung percaya dan membayar sejumlah uang yang diminta pelaku, sebab menurut keterangan pihak PLN yang dihubunginya, tidak ada praktik penjualan barang kepada konsumen di lapangan seperti itu.

“Ini modus penipuan baru, kalau tidak hati-hati bisa saja terjadi pada orang lain sehingga saya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak percaya jika sewaktu-waktu terjadi,” tukas Syamsul.(999)