Waspada! Pencurian Modus Hipnotis Marak

AKBP Dwi Agung Setyono

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Masyarakat Kabupaten Kaur diminta agar lebih waspada menyusul maraknya aksi kejahatan dengan modus hipnotis, seperti yang dialami Sriani (34) warga Desa Bakal Makmur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Rabu (17/2) kemarin. Dimana akibat menjadi kejahatan hipnotis itu, korban harus kehilangan satu unit Hp mrek samsung J3 dua anting emas seberat 1 gram.

“Dengan mulai marak aksi kejahatan hipnotis yang menyasar para ibu-ibu rumah tangga ini, kita minta warga agar lebih waspada dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru kita kenal,” kata Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono SH SIK, Kamis (18/2).

Dikatakan Kapolres, para pelaku hipnotis memang dikenal licin dan banyak para korbannya tidak sadar menjadi sasaran kejahatan. Karena saat kejahatan terjadi korban sedang berada di bawah pengaruh hipnotis, mereka pun kadang tidak bisa mengingat wajah pelaku sehingga menyebabkan Polisi kesulitan dalam melakukan pengejaran karena kehilangan jejak.

“Modus pelaku hipnotis ini berbagai macam cara dan biasanya pelaku mengincar warga terlihat agak lengah sehingga mudah terhipnotis. Mereka biasanya membidik perempuan menggunakan perhiasan mencolok dan pemilik warung-warung, terakhir ini mudos pelaku berpura akan memberikan bantuan BLT,” terangnya.

Ditambahkannya, dalam satu bulan terakhir ini sudah ada dua warga Kaur yang menjadi korban hipnotis. Dimana kejadian pertama awal Februari lalu dan dialami Okta Maya Citra (24), Warga Desa Cahaya Negeri Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, yang nme uang Rp 300 ribu dan beberapa isi warung manisan miliknya raib setelah dirinya dihipnotis oleh tiga orang wanita tak dikenal. Terakhir terjadi Rabu (17/2) dialami Sriani (34) warga Desa Bakal Makmur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Dimana akibat menjadi kejahatan hipnotis itu, korban harus kehilangan satu unit Hp mrek samsung J3 dua anting emas seberat 1 gram.

“Para pelaku hipnotis ini masih dalam penyelidikan anggota kita dan semoga dapat segera kita ungkap. Sekali lagi kita selalu minta masyarakat agar lebih waspada jangan sampai jadi korban, karena pelaku hipnotis ini masih bergentayangan,” imbau Kapolres. (618)