Waspada Oknum Catut Kejaksaan

Cek Proyek TP4D
Ist/Bengkulu Ekspress
Kasi Intelejen Kejari Arya Marsepa SH MH dan jajaran melaksanakan pemantauan progres pembangunan Masjid Agung. Pendampingan dilaksanakan dalam kapasitas TP4D pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepahiang

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Kajari Kepahiang H Lalu Syaifudin SH MH menyurati Bupati Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM dan jajaran supaya dapat waspada aksi oknum yang mengataskan namakan kejaksaan. Oknum tersebut kerap mengaku utuasan kejaksaan untuk mendapatkan paket proyek pengadaan dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang.

Kajari melalui Kasi Intejelen Arya Maresepa SH MH mengatakan seminggu lalu pihaknya sudah mengirimkan surat kepada jajaran Pemkab Kepahiang agar dapat waspada kepada oknum yang mengatasnama pihak kejaksaan. Karena Kejari Kepahiang tidak pernah memberikan tugas kepada perorangan atau badan hukum untuk mendapatkan jatah proyek.

“Surat pemberitahuannya sudah kita kirimkan kejajaran OPD dan Bupati sekitar seminggu yang lalu, jika adanya oknum mengaku utusan kejaksaan hendaknya diklarifikasi terlebih dahulu,” ungkap Arya.

Menurutnya, sebelumnya banyak beredar isu jika adanya oknum tertentu yang meminta paket proyek dilingkungkan Pemkab Kepahiang dengan mengatasnamakan utuasan Kajari atau pejabat Kejari Kepahiang.

“Bapak sudah mengantisipasi itu, sehingga diharapkan agar pejabat OPD atau jajaran lainnya lebih waspada untuk tidak langsung percaya saja,” tuturnya.

Dikakatanya, jika Kejari Kepahiang membuka ruang selebar-selabar untuk berkoordinasi agar dapat terhindar dari aksi oknum yang kerap menjual nama lembaga penegak hukum terkhusus kejaksaan. “Kalau memang ada yang datang mengaku utusan kejaksaan, harap klarifikasi kepada kita terlebih dahulu,” ucapnya.

Selanjutnya, Arya menegaskan jika dalam sektor pekerjaan atau proyek pembangunan di lingkungan Pemkab Kepahiang Kejari Kepahiang melaksanakan pendampingan. Jadi, jangan disalah artinya jika pengecekan di lapangan yang dilakukan jaksa sebagai bentuk melihat proyek kejaksaan, karena pihaknya hanya melaksanakan tugas pendampingan melalui program TP4D.

“Kemarin kita melaksanakan pendampingan dengan mengecek progres pekerjaan. Disebutnya mengecek proyek kejaksaan, padahal itu kita hanya melaksanakan pendampingan TP4D,” tuturnya. (320)