Waspada Maling Sebelum Hujan

CURUP, BE – Pepatah sedia payung sebelum hujan tidak hanya dimaksudkan untuk mencegah kebasahan akibat air hujan.  Pasalnya, musim hujan kini mulai dimanfaatkan maling untuk beraksi mencuri harta benda milik korbannya.

Seperti yang dialami Sumarno (40) warga Desa Kesambe Lama Kecamatan Curup Timur, yang terpaksa harus kehilangan meja cetak kerajinan tanah liat, cangkul patah dan lulur mandi milik istrinya, karena dibawa kabur pencuri, Sabtu dini hari (8/12).

“Saya lupa memasukkan meja besi yang biasa saya gunakan untuk membuat kerajinan dari tanah liat. Saat bangun pagi, meja saya sudah tidak ada lagi di samping rumah.  Bahkan cangkul patah, serta sabun lulur mandi milik istri saya juga dibawa pencuri,” kata Sumarno, dengan nada kesal.

Pencurian itu membuat korban harus merugi ratusan ribu rupiah, karena kehilangan alat kerjanya sehari-hari. “Meja besi untuk buat kerajinan tanah liat itu saya beli sepuluh tahun lalu, harganya Rp 700 ribu. Sekarang mana mampu lagi mau beli yang baru,” tutur pengrajin mebel tersebut.

Sumarno mengaku sudah mencari jejak pelaku, diperkirakan pelaku lari ke arah perkebunan kopi warga, karena ditemukan wadah sabun mandi yang ditinggalkan pencuri. “Pencurian ini karena saya lalai, biasanya saya dengar kalau ada orang mencurigakan di sekitar rumah.  Waktu kejadian kebetulan hujan, saya tidak mendengar pelaku mengutak-atik alat kerja saya lalu mengambil meja besi milik saya,” terang korban.

Meski harus merugi, korban tidak melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Mapolres RL. “Biarlah hilang, yang penting ini jadi pelajaran bagi saya untuk lebih waspada agar tidak jadi korban pencurian lagi,” tutup Sumarno. (999)