Waspada Hujan Angin dan Petir

 

pojoksulsel-hujan-ilustrasi-730x350
foto:ist

JAKARTA, bengkuluekspress.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia akan diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan petir selama tiga hari ke depan. Khususnya sepanjang pantai barat Sumatera dan selatan Jawa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah untuk bentuk tim siaga bencana.

Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Rifaldi memprediksi, hujan lebat disertai angin kencang dan petir bakal mengguyur wilayah sepanjang pantai barat Sumatera dan selatan Jawa. Antara lain, Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu,dan Lampung. Sedangkan di pulau Jawa, di antaranya, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Jogjakarta, Jawa Timur.

Begitu juga, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, hingga sebagian besar Papua. Untuk wilayah Jawa Timur, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hampir menyeluruh. Mulai Ponorogo, Ngawi, Surabaya, Mojokerto, Malang, Pasuruan, hingga Banyuwangi.

Adi menuturkan, pada Desember ini, kondisi atmosfer dimana angin muson barat sudah mulai stabil. Terdapat sirkulasi siklonik di Laut Natuna, Samudera Pasifik di utara Papua, dan Australia bagian utara. Konvergensi tersebut memanjang dari Laut Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian tengah, Maluku Utara bagian selatan hingga Papua Barat. Belokan angin tersebut kemudian memanjang di sekitar wilayah khatulistiwa. Kecepatan angin terpantau lebih dari 25 knot bertiup dari Laut Cina Selatan.

”Suplai uap air dari lautan Indonesia juga sudah mulai intens. Sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” beber Adi. Selama periode musim hujan ini, dia mewanti-wanti agar masyarakat terus siaga.

Kepala Pusat, Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengimbau masyarakat yang daerahnya diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang untuk waspada. Sebab, fenomena alam tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeotologi. ”Seperti angin puting beliung, banjir, atau longsor,” terangnya.

Agus memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada Februari hingga Maret. BNPB menghitung ada sekitar 489 kota/kabupaten berpotensi banjir. Juga ada 441 kota/kabupaten berpotensi terjadi bencana tanah longsor.

”BNPB meminta pemerintah daerah yang dianggap rawan bencana hidrometeotologiuntuk segera menetapkan status siaga darurat,” beber Agus. BNPB sudah menyiapkan dana siap pakai jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Agus menegaskan, status siap siaga bukan berarti sudah terjadi bencana. Justru status tersebut merupakan langkah antisipasi sebelum terjadi bencana. (han/mia)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*