Waspada, Diare Meningkat!

Foto : Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kasus penyakit diare di Kota Bengkulu mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, terhitung dari Oktober lalu saat ini sudah ada 591 kasus. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati mengatakan bahwa penyakit diare disebabkan makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri, dan adanya kebiasaan masyarakat yang tidak memeriksa tingkat kebersihan makanan tersebut, sehingga memicu reaksi tubuh.

“Diare dikarenakan masyarakat menggunakan air yang tidak layak konsumsi dan mengkonsumsi makanan yang tidak higienis serta makan tanpa cuci tangan,” kata Neli, kemarin (20/11).

Pun demikian, kejadian ini belum ditetapkan sebagai status kejadian luar biasa (KLB), namun jika beberapa bulan ke depan tidak terjadi penurunan atau justru semakin meningkatkan, maka bisa ditetapkan sebagai KLB.

Menurut Neli, masyarakat harus mengubah kebiasan atau menjalankan pola hidup bersih, serta membiasakan untuk mencuci makanan dengan bersih sebelum dikonsumsi, kemudian memastikan air yang diminum benar-benar sudah matang 100 persen, atau jika menggunakan air minum isi ulang galon, maka harus dipastikan bahwa pengolahan instalasi air minum itu berasal dari sumber yang bersih. “Prilaku hidup bersih sangat mempengaruhi potensi diare ini, maka harus ada kesadaran dari masyarakat mengubah kebiasaannya sebelum makan atau minum,” imbaunya.

Penyakit diare ini umumnya dialami oleh anak-anak yang jajan sembarangan, seperti makanan kantin sekolah yang kurang higienis atau makanan-minuman yang dibeli di pinggir jalan, maka dari itu para orang tua juga diminta untuk mengawasi jajanan yang dibeli oleh anak.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direkrut RSHD Kota Bengkulu, dr Meidi Fazirin mengakui kasus diare yang ditanggani pihaknya cukup signifikan, dan sudah dilayani dengan baik. “Ada sekitar 15 orang yang terkena penyakit diare dalam kurun waktu beberapa minggu belakangan ini, namun RSHD tetap melakukan perawatan inap jika dibutuhkan pelayanan yang intensif,” imbuhnya. (805)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*