Waspada DBD Pergantian Musim

TAIS,Bengkulu Ekspress – Memasuki pergantian musim kemarau dan memasuki musim penghujan 2019 ini. Masyarakat di Kabupaten Seluma, diminta waspad terhadap penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Terutama untuk wilayah yang selama ini dikenal endemik DBD, serta sudah banyak warga yang terserang DBD.

“Tahun ini penderita DBD menurun dibandingkan tahun 2018 kemarin. Saat pergantian musim masyarakat diminta untuk waspada,”tegas KepalaDinas Kesehatan Kabupaten Seluma Rudi Sawaludin SSos didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ahmad Tavip SIP dan Kasi Pencegahan Penyakit Menular Fachrozan, SKM kepada BE.

Dijelaskan, pada 2018, ditemukan sebanyak 103 kasus DBD. Kemudian, 2019 ini sampai November baru ditemukan sebanyak 59 kasus. Terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada. Terhadap potensi perkembangan nyamuk penyebab DBD.

Terutama di daerah genangan air dan tumpukan sampah. Karena tempat tersebut yang rentan berkembang nyamuk penyebab DBD. Ditambahkan, daerah yang rawan DBD adalah Desa Talang Prapat dan Purbosari.

Karena di wilayah tersebut tahun lalu paling banyak warga terjangkit DBD.”Sebanyak 34 kasus DBD. Ini berdasarkan laporan tim medis dari Puskesmas Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat yang menangani para warga yang terjangkit DBD,” imbuhnya.

Selain itu, juga di wilayah Sukaraja, Kelurahan Dermayu Kecamatan Air Periukan,serta wilayah Desa Sukamaju. Karena dilokasi tersebut tahun lalu dan awal tahun 2019 selalu ditemukan warga yang terjangkit DBD

“Beberapa wilayah saat ini masih menjadi pengawasan Dinas Kesehatan. Secara rutin kami melakukan fogging untuk membasmi nyamuk penyebab DBD,” tegasnya lagi.

Diharapkan, warga yang banyak terjangkit DBD juga di Kecamatan Talo, yakni di Desa Kampai. Karena ditemukan sebanyak 16 kasus warga yang terjangkit DBD.

Sehingga masyarakat termasuk kades dan perangkatnya diminta untuk segera melaporkan ke Dinas Kesehatan atau ke Puskesmas terdekat. Jika ada warga yang terkena DBD. Agar dikakukan penanganan khusus sehingga DBD tidak mewabah ke daerah lain.(333)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*