Warning Terakhir, 300 KK Turun

KOTA BINTUHAN, BE- Sesuai rencana, kemarin aparat gabungan penertiban kawasan TNBBS sudah mulai bergerak. Setidaknya sudah 300 personil yang diberangkatkan dan siap mendirikan posko induk sebelum masuk ke dalam kawasan. Sementara itu, hari ini merupakan hari terakhir bagi perambah untuk meninggalkan TNBBS. Meski begitu, petugas memastikan belum akan melakukan pengusiran, pembakaran pondok, atau tindakan tegas lainnya. Bila bertemu, petugas masih akan memberi kesempatan kepada warga mempersiapkan diri meninggalkan kawasan. Kebijakan itu sesuai dengan hasil sosialisasi Tim TNBBS dan Dishutbang Kaur kepada kepala desa dan dusun agar menyampaikan kepada warga di lokasi TNBBS, yang mencapai 792 KK tersebar di 10 dusun/talang. Posko induk sendiri akan dipusatkan di Desa Suka Jaya, Kecamatan Nasal. Direncanakan hari ini semua personil sudah bisa melakukan perjalanan selama 4 jam menuju talang/dusun warga di lokasi TNBBS.

Kabid Pengelolaan TNBBS Wilayah II Bengkulu-Lampung EDi Susanto MM saat dihubungi BE kemarin mengatakan, pihaknya sudah mendirikan posko di Desa Suka Jaya Nasal, karena untuk perjalanan menuju TNBBS setidaknya ada 10 km menunju lokasi Kawasan hutan TNBBS itu. Di samping persiapan, pihaknya sudah meminta dan menyampaikan warning terakhir kepada masyarakat setempat untuk meninggalkan lokasi TNBBS. “Kita sudah mewarning mereka. Tergantung mau atau tidaknya, tentunya pada saat petugas masuk memusnahkan semua bangunan dan perkebunan. Tentunya bukan petugas yang salah karena sbelumnya kita telah memberikan ultimatum kepada mereka,” jelasnya. Menurutnya, sesuai data yang lebih 3000 hektar di Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kaur-Lampung sudah habis. Karena itu Balai TNBBS akan melakukan razia pengusiran dibuat 3 wilayah mulai dari Talang Ipih dan Dusun Lama serta Rumbai Abu. “Asal tidak hujan maka daerah Suka Jaya hingga masuk ke lokasi TNBBS tentunya cukup sulit, sehingga petugas harus jalan kaki. Kemudian warga yang ada di lokasi TNBBS jika ketemu kita akan berikan sosialisasi dahulu, artinya suruh siap-siap jika tidak kita akan bertindak tegas,” jelasnya.

300 KK turun
Sementara itu, perkembangan terkahir menyebutkan sudah ada 300 kk yang turun gunung. Warga itu berasal dari Talang Muslim, Talang Azim, Sumur Tinggi, Talang Kedurang, Talang Campang, Bukit Bulat, Bukit Benungla, Talang Sinar Semende dan Talang Kepahyang. “Namun itu tidak semuanya turun. Karena setiap talang atau dusun mungkin ada yang 10 KK atau 5 KK. Yang jelas semuanya sudah kita warning untuk meninggalkan lokasi,” katanya. (823)