Warga Trans Dibantu Mesin Perontok Padi dan Kopi

BINTUHAN, BE- Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) menyalurkan alat pertanian yaitu 10 unit perontok padi dan 5 unit penggiling kopi. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga transmigrasi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tetap. Alat pertanian tersebut saat ini sudah tiba di Dinsosnakertran untuk diperiksa kelengkapanya. Jika nantinya sudah lengkap maka pihaknya akan segera menyalurkanya.

“Bantuan tersebut sudah sampai ke Kaur, namun saat ini kita masih melakukan pengkajian proposal kelompok tani di lokasi tranmigrasi, setelah selesai di cek maka kita salurkan,” ujar Kadisosnakertran Kaur Drs Edi Suardi B, kemarin.

Dikatakanya, bantuan tersebut kemungkinan akan disalurkan minggu depan, jika semua kelompok sudah dalam pengakajian maka akan disalurkan. Mengingat saat ini ada 20 kelompok proposal yang masuk, padahal rencanaya bantuan tersebut untuk 10 kelompok yang akan melakukan pengelolahan. Makanya saat ini pihaknya akan mengecek mana kelompok yang dianggap produktif.

“Memang sejak dibentuknya transmigrasi selam dua tahun ini, banyak warga transmigrasi telah banyak membuat kelompok tani untuk perubahan. Agar tetap berjalan baik, evaluasi pelaksanaan program transmigrasi dari tahun ke tahun terus dilakukan.

Hingga saat ini telah ditemukan pola baru dengan adanya kelompok tani, ini diharapkan masalah yang muncul akan diselesaikan oleh kelompok tersebut,” jelasnya. Namun demikian, kelompok tani mana yang akan dibatu nantinya, tentu sudah memiliki peran dan sangat produktif, “Itu yang kita inginkan sehingga tidak ada gejolak dari masyarakat, mengingat kelompok yang mendapat bantuan vakum,” jelasnya.

Disisi lain, warga transmigrasi yang ada di Tanjung Agung bukan hanya alat pertanian yang akan diberikan, tetapi semua warga akan diberikan bibit berupa jagung, padi dan bibit lainnya. Mengingat disana banyak 2 hekatar/KK bisa dimanfaatkan. Oleh karena ini dengan bantuan bibit tersebut warga semakin maju. “Semuanya sebenarnya tergantung masyarakat ingin menanam apa, namun karena ini program pusat sehingga bantuan berasal dari pusat,” jelasnya.

Pihaknya masih akan mengusulkan bantuan khususnya infrastruktur ke KPDT, terutama jalan tranmigrasi yang butuh pembangunan. Mengingat lokasi sepanjang 20 Km masih tanah sehingga saat hujan, maka semua aktivitas khususnya kendaraan tidak bisa dilalui.”Makanya kita tengah berkoordinasi ke KPDT menyikapi bantuan infrastruktur pembangunan jalan di transmigrasi,” jelasnya.(823)