Warga Trans Butuh Jalan

WARGA trans Tanjung Beringin berharap pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi bisa segera memperbaiki akses jalan centra produksi pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas di lahan pertanian yang mereka garap.
Salah satu tokoh masyarakat di trans Tanjung Beringin M Sumardi (43) menerangkan, salama dua tahun tinggal di daerah transmigrasi Desa
Tanjung Beringin, mereka mengaku kondisi jalan Jambu Keling yang selama ini dipergunakan warga untuk pulang-pergi ke ladang, kondisinya sudah rusak berat.¬† “Kami harus berjalan hingga 3 jam, untuk mencapai kebun kopi tempat kami bergantung hidup,” kata pensiunan TNI asal Cililitan DKI Jakarta Utara.
Warga rantauan itu bahkan mengaku harus mengeluarkan ongkos ojek yang cukup mahal untuk bisa memasarkan hasil pertanian mereka. “Kami harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk menjual hasil pertanian, ojek rata-rata diatas Rp 50 ribu untuk sekali angkut,” tuturnya. (**)