Warga Teridentifikasi Covid-19 di Benteng Diberi Sembako

Bakti/BE
PANTAU : Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH memantau posko gugus tugas penanganan Covid-19 di halaman depan kantor Bupati Benteng, Jumat (24/4).

BENTENG, Bengkuluekspress.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) telah menyiapkan sebanyak 300 paket sembako khusus untuk warga yang diduga teridentifikasi virus korona (Covid-19). Baik itu warga yang masuk dalam kelompok pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Satu paket sembako terdiri dari 1 (satu) karung beras ukuran 1 Kg, mie 1 kardus dan sarden sebanyak 2 kaleng.
“Sembako sudah siap dibagikan dan hanya tinggal menunggu data valid dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Benteng,” kata Sekretaris Dinsos Benteng, Sugeng Oswari SKom MSi, kemarin.

Dari beberapa kali pertemuan, aku Sugeng, Dinkes telah menyerahkan data warga yang masuk dalam kategori PDP, ODP dan OTG. Pun begitu, penyerahan paket sembako bakal dilakukan ketika data lengkap berikut dengan alamatnya sudah disampaikan.

“Khusus untuk yang warga yang teridentifikasi Covid-19, pendataan dilakukan oleh Dinkes melalui Puskesmas yang ada di seluruh kecamatan,” aku Sugeng.

Sementara ini, lanjutnya, ada sebanyak 74 orang yang masuk dalam kategori ODP, PDP dan OTG di Kabupaten Benteng. Karena jumlah bantuan lebih banyak, maka sisanya akan diserahkan kepada pelaku perjalanan dari luar Provinsi Bengkulu.

“Jika data penerimanya belum final, sembako tak bisa semerta-merta kami salurkan. Jangan sampai, penyaluran sembako yang jumlahnya terbatas menimbulkan gejolak di tengah masyarakat,” tandasnya.

Disisi lain, Sugeng menjelaskan, Dinsos saat ini sedang sibuk melakukan pendataan terhadap warga di seluruh desa yang terkena dampak sosial/ekonomi akibat penyebaran virus korona.

“Data yang kami dapat, sebanyak 21 ribu kepala keluarga (KK) berhak mendapat bantuan. Hanya saja, kami melakukan verivikasi dan validasi ulang. Jangan sampai, bantuan tumpang tindih dengan bantuan dari program lain. Baik itu bantuan PKH, BPNT ataupun dana BLT dari Pemdes,” demikian Sugeng. (135)