Warga Temukan Bercak Darah

Diduga Pembuangan Bayi

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Warga Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan, tepatnya di dekat jembatan aliran air Pauh, dihebohkan dengan adanya dugaan pembuangan bayi hasil aborsi. Hal ini ketika warga sekitar melihat adanya bercak darah yang tidak lazim di salah satu terpal penjemur kopi milik warga di samping aliran sungai.

Data terhimpun, kejadian berawal sekitar pukul 18.30 WIB, warga mendengar adanya gonggongan anjing milik salah seorang warga Neni (35). Mendengar hal tersebut suami saksi yang pada saat itu berada di kawasan sungai, langsung menuju ke rumah yang berada tepat setelah jembatan dari arah Muara Aman, untuk menanyakan kenapa anjing menggonggong.

Akan tetapi saksi Neni tidak mengetahui kenapa anjing menggonggong. Namun setelah pihaknya melihat kondisi sekitar menggunakan alat penerangan senter. Saksi Neni bersama suami melihat adanya bercak darah yang cukup banyak, mulai dari pinggir jalan, terpal penjemur kopi (paling banyak bercak darah) hingga ke pinggir aliran sungai.
Karena hal tersebut tidak lazim terjadi, akhirnya kejadian tersebut mulai didengar warga sekitar. Sehingga membuat heboh dan warga menduga adanya orang yang telah membuang bayi karena hasil hubungan gelap.

Bahkan para warga sempat mencurigai salah sebuah mobil jenis Daihatsu Xenia berwarna silver dan sempat dikejar para warga setempat yang mobilnya dari arah Kabupaten Rejang Lebong menuju arah Muara Aman. Akan tetapi warga yang mengejar menggunakan sepeda motor tidak berhasil mengejar mobil tersebut.

Dikatakan Neni (35), warga yang pertama kali mengetahui adanya bercak darah. Dirinya bersama suami dan warga sekitar langsung menelusuri mulai dari pinggir jalan hingga ke pinggir sungai. Akan tetapi tidak menemukan apa-apa.“Pada saat dilihat, darahnya masih baru dan langsung dikejar ke arah sungai, namun tidak ditemukan siapa-siapa di sana. Hanya menemukan ceceran darah,” jelasnya, kemarin (20/03).

Selanjutnya, warga langsung menghubungi pihak Polsek Lebong Selatan atas temuan yang menurut mereka tidak wajar. Dimana aliran sungai Air Pauh sendiri selama ini memang sering dijadikan tempat masyarakat mencuci hewan yang telah di potong, akan tetapi tidak pernah ada darah yang tercecer.“Jadi karena banyak yang khawatir jika ada yang membuang bayi, akhirnya langsung dilaporkan ke Polsek,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Lebong Selatan, IPTU L Naibaho melalui Kanit Reskrim, IPDA Tulus Wibowo mengatakan, bahwa mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memang menemukan banyaknya bercak darah.“Memang banyak bercak darah di sekitar jembatan,” ujarnya.

Selanjutnya, karena menurut warga dugaan pembuangan bayi, akhirnya pihaknya langsung menulusuri aliran air. Namun tidak juga menemukan bayi yang dibuang, bahkan jika memang ada pembuangan bayi kemungkinan besar bayi akan tersangkut di pohon bambu yang telah roboh dan menghalangi aliran air.“Semua sampah baik itu karung, kantong plastik yang tersangkut di bambu kita periksa dan memang kita menemukan diduga ari-ari manusia,” tuturnya.

Untuk itulah, pihaknya langsung melakukan pengambilan darah yang belum mongering dan bagian dalam tubuh yang diduga ari-ari manusia, untuk dilakukan pengecekan di di rumah sakit Umum daerah (RSUD) Lebong.“Namun dari hasil pemeriksaan, hasilnya mengatakan bahwa darah tersebut bukan darah manusia, termasuk bagian dalam tubuh juga bukan ari-ari,” ucapnya.

Ditambahkan Tulus, memang pada awalnya masyarakat setempat mencurigai sebuah mobil yang pada saat itu berhenti di tengah-tengah jembatan menuju Arah Pasar Muara Aman dan sempat mengecek kedalam mobil, namun tidak menemukan ada yang baru melahirkan atau bercak darah.“Jadi tidak ada kaitannya dengan mobil yang pada saat itu sedang parkir,” sampainya.

Akan tetapi, meski dari hasil darah maupun organ yang ditemukan tidak identik organ atau darah manusia, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan atas temuan masyarakat. Termasuk berkoordinasi dengan polsek-polsek tetangga apakah ada warganya yang baru melahirkan atau tidak. “Kita tidak berhenti dan akan terus kita tindak lanjuti,” tutup Kapolsek.(614)