Warga Teluk Sepang Gugat Izin Lingkungan PLTU Ke PTUN

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Warga Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, mendaftarkan gugatan terhadap izin lingkungan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara milik PT Tenaga Listrik Bengkulu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu. Warga Teluk mendaftarkan gugatan didampingi delapan pengacara yang bergabung dalam Tim Advokasi Langit Biru pada, Kamis (20/6).

Mereka meminta PTUN membatalkan dan memerintahkan pencabutan izin lingkungan terbaru yang diterbitkan Lembaga Online Single Submission (OSS) dengan Nomor Induk Berusaha : 8 120009862693.

Bertepatan dengan pendaftaran gugatan tersebut, para aktivis lingkungan, mahasiswa, seniman dan warga Teluk Sepang yang bergabung dalam Koalisi Langit Biru menggelar aksi damai di depan Kantor PTUN Bengkulu, di Jalan RE Martadinata Kandang Mas.

Mereka menggelar serangkaian aksi untuk menuntut keadilan lingkungan dengan menggelar aksi teatrikal, marathon puisi, penyerahan dokumen penyimpangan Andal, dan meluncurkan petisi mendesak Gubemur Bengkulu, membatalkan dan mencabut izin lingkungan PT Tenaga Listrik Bengkulu lewat change.org.

Hendra Al Asad selaku Koordinator aksi damaimengatakan, tujuan unjuk rasa damai itu untuk memberikan dukungan moril kepada para penegak hukum di PTUN, agar mengadili kasus yang dilaporkan warga tersebut dengan mengedepankan rasa keadilan masyarakat.

“Gugatan dilayangkan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam menerbitkan izin lingkungan PLTU berkapasitas 2 x 100 Megawatt (MW) tersebut. Mulai dari dugaan pemalsuan persetujuan warga hingga dugaan pelanggaran peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota dan provinsi,” terangnya kepada Bengkuluekspress.com, Kamis (20/6).

Saat penyusunan AMDAL, dilanjutkan Hendra, masyarakat sudah mengumpulkan tanda tangan penolakan proyek PLTU sebanyak 429 orang yang dikirimkan ke gubernur dan ditembuskan ke presiden.

“Atas dasar tersebut masyarakat Teluk Sepang bersama organisasi lingkungan serta mahasiswa, pelajar, dan penggiat seni masih tetap berjuang untuk menghentikan pendirian PLTU batu bara,” tegasnya. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*