Warga Swadaya Perbaiki Jembatan

APRIZAL/Bengkulu Ekspress GOTONG ROYONG: Tampak warga masyarakat setempat saat bergotong royong untuk membuat jembatan sementara, kemarin (22/5).

ARMA JAYA, Bengkulu Ekspress– Pasca putusnya jembatan gantung segemuk Air Nokan yang berada di perbatasan desa Tebing Kaning dan desa Taba Tembilang, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang diakibatkan oleh bencana banjir sebulan lalu, warga setempat bergotong royong dan berswadaya membuat jembatan sementara untuk perlintasan warga menuju ke kebun. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Tebing Kaning Kecamatan Arma Jaya Hamdan ketika dikonformasi Bengkulu Ekspress, kemarin (22/5).



“Karena jembatan tersebut merupakan jalan utama masyarakat untuk ke kebun, maka dari itu inisiatif masyarakat dari berbagai desa setempat, yakni Desa Tebing Kaning, Desa Tanjung Raman, Desa Taba Tembilang, Desa Gunung Alam, berswadaya membuat jembatan sementara agar bisa ke kebun lagi,” kata Hamdan

Hamdan menambahkan, pembuatan jembatan sementara tersebut sudah berjalan sekitar 1 bulan lamanya, dengan ukuran jembatan yang dibangun saat ini sepanjang 40 meter, lebih pendek dari jembatan putus sebelumnya yang berukuran 60 meter.

“Saat ini dari hasil swadaya, jembatan itu sudah sampai proses pengecoran tiang, namun belum bisa dilewati, kemaren juga sudah ada bantuan dari PT SIL memberikan kayu, papan dan kasau,” terang Hamdan.

Ketika ditanya tentang tanggapan pemerintah khususnya Pemkab BU, Hamdan mengakui bahwa pihaknya sudah mengajukan proposal ke Pemkab Bengkulu Utara dan juga sudah menyampaikan langsung ke Gubernur Bengkulu pada saat beliau Safari Ramadhan ke Kabupaten Bengkulu Utara.

“Kita sudah masukan proposal kek Pemkab BU dan juga sudah menyampaikan lngasung ke pak Gubernur Bengkulu saat melakukan Safari Ramadhan kemarin, “untuk masalah ini pemerintah akan melakukan secara bertahap, dan juga dari Pemkab Bengkulu Utara sudah dimasukan serta sudah diprioritaskan di APBD,” itu jawaban dari Bupati dan Gubernur,” jelas Hamdan.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tebing Kaning, Hakim (43) berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian terhadap jembatan yang menjadi sarana utama untuk warga yang memiliki kebun di seberang jembatan tersebut. Karena kebun tersebut merupakan sumber pendapatan ekonomi utama masyarakat desa stempat.

“Ya, kasihanlah warga yang mau berkebun, jadi jauh kalau harus memutar jalan, apalagi yang nekad menyebrang sungai, resikonya sangat tinggi, bisa saja air naik dan warga bisa hanyut, kami berharap jembatan tersebut segera diperbaiki oleh pemerintah disini,” harap Hakim.(127)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*