Warga Swadaya Bangun Jembatan

Bangun : Masyarakat di Desa Kota Barusantan membangun jembatan secara swadaya setelah jembatan yang dibangun BPBD Lebong hanyut terbawa arus sungai saat banjir pada Sabtu (15/12) lalu. (Dwi/BE)
Bangun : Masyarakat di Desa Kota Barusantan membangun jembatan secara swadaya setelah jembatan yang dibangun BPBD Lebong hanyut terbawa arus sungai saat banjir pada Sabtu (15/12) lalu.
(Dwi/BE)

PELABAI, BE – Warga kecewa dengan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong dalam membangun jembatan penghubung Desa Kota Baru Santan dan Ti Teleu yang dinilai asal-asalan. Mereka pun secara swadaya membangun jembatan yang hanyut akibat diterjang banjir, Sabtu (15/12) lalu.

Kelapa Desa Kota Baru Santan Hamidir mengatakan jika saat ini masyarakat secara swadaya untuk membangun jembatan tersebut. Dana yang terkumpul dari warga mencapai Rp 1,5 juta. Ia pun yakin jembatan yang dibangun warga nantinya lebih kuat dibanding yang dibangun BPBD dengan dana ratusan juta tersebut.

“Jembatan ini sudah dua kali hanyut. Jembatan yang terakhir dibangun oleh BPBD dari dana tanggap darurat pusat. Pembangunan jembatan saat itu dengan menggunakan batang kepala dan di tengah jembatan tersebut dibuat tiang. Namun dicor di atas batu. Ya otomatis saat banjir tiang jembatan bersama jembatannya akan hanyut akibat pondasi tiang yang diduga dibangun asal-asalan tersebut tidak kuat menahan derasnya air sungai ini,” jelas Hamidir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan masyarakat dari Desa Kota Baru Santan dan Tik Teleu sejak pagi telah bergotong royong membangun jembatan tersebut. Pembangunan jembatan tersebut menggunakan besi H diameter 30 yang merupakan bekas jembatan lama yg sudah hanyut sekitar 200 meter dari lokasi jembatan awalnya. Dengan menggunakan las, besi H tersebut disambung dan akan digunakan sebagai dasar jembatan nantinya.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebab jembatan ini merupakan jembatan penghubung menuju lokasi perkebunan serta Kecamatan Padang Bano. Nah jika nantinya adanya dana bantuan untuk pembangunan jembatan jangan dijadikan proyek BPBD lagi. Lebih baik dikerjakan oleh masyarakat sebab jika dikerjakan dengan asal-asalan maka masyarakat itulah yang disalahkan dan dirugikan,” pungkas Hamidir.(777)