Warga Susup Bengkulu Tengah Ditemukan Tewas di Aliran Sungai Aur

IST/Bengkulu Ekspress TEWAS : Warga Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah ditemukan tewas di aliran sungai Aur, Desa Karang Panggung, Kecamatan Merigi Sakti, Kamis (10/5/2018)
IST/Bengkulu Ekspress TEWAS : Warga Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah ditemukan tewas di aliran sungai Aur, Desa Karang Panggung, Kecamatan Merigi Sakti, Kamis (10/5/2018)

MERIGI SAKTI, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Karang Panggung, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), provinsi Bengkulu mendadak gempar, Kamis (10/5/2018) kemarin.

Warga setempat, H Bukhsir menemukan sesosok mayat perempuan tanpa busana tersangkut di sebuah pohon sawit di aliran sungai Aur, Desa Karang Panggung, sekitar pukul 11.00 WIB.

Dari hasil penelurusan terungkap bahwa mayat tersebut merupakan salah seorang warga Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, yakni Sana (43) yang diketahui telah menghilang sejak 1 (satu) minggu lalu.

Kepala Desa (Kades) Susup, Bursanudin menjelaskan, hilangnya salah seorang warganya berawal dari laporan suami korban, Manu Tami (71) sekitar satu minggu lalu.

Dalam laporan yang disampaikannya, Manu mengaku bahwa sang istri (korban,red) tak berada di rumah setelah ditinggal sendirian pada pagi hari.

“Dari laporan yang disampaikan, korban meninggalkan rumah diduga pada siang hari. Saat itu, suami korban sedang menghadiri rapat pembebasan lahan pembangunan Spam Regional. Saat pulang ke rumah sore harinya, korban sudah tak terlihat lagi,” ungkap Kades.

Mengetahui istri tercinta menghilang, Manu juga meminta bantuan kepada seluruh warga Desa Susup untuk melakukan pencarian di sekitar desa. Sayangnya, upaya yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil.

“Selama satu minggu, kami tak henti melakukan pencarian. Hari ini (kemarin,red) kami mendapatkan kabar bahwa sesosok mayat telah ditemukan tewas di aliran sungai yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Desa Susup,” jelas Kades.

Membuktikan keraguan warga, jelas Kades, pihaknya meminta bantuan kepada personel kepolisian untuk membawa korban ke RS Bhayangkara guna mengikuti proses autopsi.

“Tak ada tanda-tanda korban kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil autopsi, jelas bahwa mayat merupakan warga Desa Susup. Insya Allah, malam ini jenazah akan kami bawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” terangnya.

Atas peristiwa yang telah terjadi ini, sambung Kades, pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti penyebab dan kronologis meninggalkan korban. Meski demikian, pihak keluarga sudah mengaku ikhlas atas musibah yang terjadi.

“Dari keterangan suami korban, tak ada permasalahan ataupun cekcok mulut sebelum korban menghilang. Hanya saja, selama ini psikologis korban memang tidak begitu normal seperti warga lainnya,” demikian Kades.(135)