Warga Sukamerindu Kepahiang Geger, Ada Pria Tewas Bersimbah Darah

Doni/BE
Korban tewas bersimbah darah di Desa Sukamerindu, Kepahiang, sudah ditutup dengam daun pisang

KEPAHIANG, BE – Warga Desa Suka Merindu Kecamatan Kepahiang tiba-tiba heboh Selasa sore (8/6). Pasalnya, ada seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah, dengan posisi tertelentang, mulut, kaki dan tangan masih mengeluarkan darah merah. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun IV Desa Suka Merindu tepatnya halaman rumah bidan desa.

Korban belum diketahui identasnya ini menggunakan celana pendek warna hitam, kaos hitam serta jaket hijau tua lengan panjang.

Belum diketahui pasti penyebab kematian koran, namun diduga korban mengalami tindak kekerasan sebab di lokasi kejadian terlihat banyak darah berceceran. Darah itu ditemukan mulai dari dalam bedengan hingga ke halaman rumah.

Sampai berita ini diturunkan Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Williwanto Malau SIK MPA bersama anggota masih melakukan penyelidikan diseputaran Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Benar ada korban meninggal di Desa Suka Merindu,” ungkap Kasat.

Tetapi untuk peristiwa lengkap mengenai kematian korban masih belum diketahui. Polisi masih mencari dan menggali keterangan para saksi disekitar lokasi.

Penuturan warga sekitar TKP jika korban bukan warga Suka Merindu. Kehadiran korban di lokasi hanya bertandang kepada selah seorang penghuni rumah bedengan.

“Kalau bedengan itu ada tiga orang penghuninya, suami istri dan satu anaknya masih kecil,” ungkap Indah, warga setempat.

Sementara di dalam kontrak berukuran sekitar 4 kali 6 meter tersebut terdapat banyak ceceran darah mulai dari kasur, lantai sampai pintu.

“Kalau bapak yang menghuni kontrakan itu setahu kami berprofesi sebagai pencari barang bekas,” tuturnya.

Data terhimpun bedangan semi permanen itu dihuni oleh Ramadona, Sulasmi (Istri) serta anaknya yang masih kecil. Merska baru beberapa bulan mengontrak rumah tersebut, sebelumnya keluarga ini berdomisili di Curup Rejang Lebong. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*