Warga Suban Semidang Alas Tuntut Pemerataan Pembangunan

Warga bersama Kades Suban mendatangi DPRD Seluma menuntut pemerataan pembangunan.

TAIS, bengkuluekspress.com – Kades dan perangkat desa beserta sejumlah masyarakat Desa Suban Kecamatan Semidang Alas, kemarin (4/11) mendatangi sekretariat DPRD Seluma. Kedatangan mereka ini untuk menggelar hearing terkait dengan kerusakan jalan di Desa Suban sepanjang 11 Km.

Kepala Desa (Kades) Suban, Neri Nurhayati mengatakan, kedatangan mereka guna menyampaikan aspirasi agar pemerintah memperbaiki kerusakan jalan di daerah itu. Karena jalan sepanjang 11 Km mengalami kerusakan berat, longsor dan berlubang.

“Kami minta agar DPRD turun ke Suban, cek keadaan jalan kami. Karena sekarang longsor dan sulit dilintasi,” kata Neri kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, jalan yang mengalami kerusakan itu sepanjang 11 Km dari Desa Tebat Gunung ke Desa Suban. Saat ini kondisinya rusak berat dan sulit dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Sehingga, harus ada langkah dari pemerintah agar jalan tersebut dapat dilewati oleh masyarakat Suban.

“Untuk dalam waktu dekat ini, minta tolong agar alat berat diturunkan. Karena jalan sudah penuh longsor,” ucapnya.

Disampaikan bahwa, masyarakat banyak berjalan kaki ketika melintasi jalan tersebut. Kemudian, akibat kerusakan jalan ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit hanya Rp 600 perkilo, sehingga sangat merugikan petani. Kerusakan jalan ini sejak tiga bulan terakhir. Dimana jalan tersebut pernah dibangun sejak tahun 2011 lalu. Dan tidak pernah lagi tersentuh pembangunan.

“Kedepan, kami berharap agar akses jalan tersebut segera diperbaiki. Agar masyarakat dapat lancar keluar masuk ke desa, serta dapat menjual hasil pertanian dengan mahal,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Seluma, Ulil Umidi SSos MSi saat menerima masyarakat Suban menyampaikan bahwa, mereka akan memperjuangkan keinginan masyarakat tersebut. Karena saat ini memang draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) belum masuk ke DPRD. Sehingga, nantinya mereka akan berusaha menganggarkan di APBD murni 2021.

“Insya Allah soal jalan akan kami akomodir. Nanti akan saya bicarakan dengan pak Sugeng. Karena Dapil beliau. Untuk memperjuangkan jalan tersebut saat pembahasan KUA-PPAS. Tapi kami minta usulan dari masyarakat. Agar kami bisa memperjuangkan saat pembahasan pra KUA-PPAS,” ucap Ulil.

Menurut Ulil, masyarakat Suban pada prinsipnya masih bersemangat tinggal di kabupaten Seluma dan menjadi Seluma. Karena masyarakat masih berupaya mengusulkan pembangunan.

“Yang jelas, kita melihat masyarakat masih semangat tinggal di Seluma. Artinya jika ada yang mengatakan masyarakat perbatasan ingin pindah ke kabupaten induk, itu salah. Buktinya mereka masih berjuang ingin pembangunan dari Seluma,” akhirnya. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*