Warga Sempat Disandera

CURUP, BE – Jumlah korban peristiwa berdarah di kawasan Lembak Kabupaten Rejang nyaris bertambah. Agus (38) warga Desa Mojorejo kecamatan Sindang Keling hampir dijadikan amukan massa. Bahkan ia sempat disandera. Beruntung ia cepat diamankan di salah satu ruangan di rumah duka Edi Bagong di Desa Belitar Muka. Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Agus disandera warga karena dicurigai sebagai mata-mata polisi. Setelah melalui proses mediasi serta proses evakuasi oleh TNI dan Polri, warga tersebut berhasil diselamatkan sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Data berhasil dihimpun wartawan, mulanya, Agus tengah berada di lokasi kejadian mengikuti sebuah kegiatan pesta pernikahan. Tiba-tiba, ada salah satu warga yang melihat Agus tengah membuat pesan singkat berupa informasi kepada polisi. Warga pun merampas handphone Agus. Sontak hal itu membuat warga lainnya kaget dan mencoba untuk meringkus Agus. Mengetahui hal ini, salah satu rekan Agus langsung mengambil inisiatif untuk mengamankan agus dan membawanya ke rumah duka. Setibanya di rumah duka, Agus langsung diamankan di salah satu kamar dandijaga oleh beberapa orang TNI dari Koramil PUT hingga siang hari. Siangnya, warga Kecamatan Binduriang yang mengetahui keberadaan Agus di rumah duka mencoba untuk mengajak Agus untuk dibawa ke Desa Kepala Curup. Namun, hal itu tidak diperbolehkanoleh anggota TNI yang berjaga. Karena situasi semakin tak kondusiof dan kerumunan warga semakin banyak akhirnya pihak Kodim 0409 RL, Polres RL dan Sat Brimobda RL mengambil inisiatif untuk menjemput Agus di rumah duka. Setibanya di rumah duka, beberapa anggota Kodim langsung menjemput Agus di salah satu kamar dan membawa agus keluar dengan cara mengganti pakaian agus dengan pakaian loreng TNI. Akhirnya, Agus berhasil dievakuasi dan dibawa ke tempat persembunyian yang aman. “Alhamdulilah, korban sandera sudah berhasil kita amankan. Kami hanya tidak ingin ada pertumpahan darah lagi akibat kejadian ini,” tegas Dandim 0409 RL Letkon Inf Yanto Kurno Hendarto saat melakukan komunikasi dengan warga usai evakuasi. Dandim bersama beberapa polisi bahkan turun langsung untuk mengajak warga membuka material pemblokiran akses lintas Curup-Lubuklinggau. Dandim bersama warga dan beberapa personil TNI melakukan patroli dari Sindang Kelingi hingga ke Kecamatan Padang Ulak Tanding untuk memastikan tidak ada lagi material pemblokiran. “Semua material pemblokiran sudah dibuka, dan sudah bisa digunakan pengguna jalan,” terangnya. (999)