Warga Rejang Lebong Protes Tagihan Listrik

CURUP, BE – Tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak dikeluhkan masyarakat terhadap PLN Ranting Curup.  Hal itu dialami Didi (30) warga Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan, yang mengaku kaget harus membayar tagihan sebesar Rp 400 ribu untuk pemakaian bulan Februari 2013. “Bulan Januari, serta pemakaian bulan lainnya, tagihan listrik kami biasanya berkisar Rp 160 ribu, kok tiba-tiba bulan Februari tagihan listik naik lebih dua kali lipat,” keluhnya.

Didi mengaku, daya listrik yang digunakan sebesar 900 watt, untuk pemakaian kulkas, televisi dan beberapa alat elektronik dan penerangan lainnya. “Makanya kami datangi kantor PLN ranting Curup. Setelah dilakukan pengecekan dicek ternyata ada kesalahan dari petugas dalam pencatatan penggunaan listrik,” tuturnya.

Terkait hal itu, Manager PLN Ranting Curup Syafrilius mengakui terkait beberapa kesalahan pencatatan oleh petugas PLN tersebut. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pencatatan ini. Kedepan akan kita perbaiki kesalahan ini sehingga tidak merugikan pelanggan listrik yang ada,” jawabnya ditemui wartawan, Jumat (8/2).

Selain itu, sebagai salah satu upaya guna memaksimalkan pelayanan pengunaan Listrik terhadap konsumen, PLN ranting Curup membuka layanan pengaduan pelanggan. “Jika terjadi keraguan terhadap nilai pembayaran atas penggunaan layanan listrik, warga pelanggan bisa langsung mendatangi kantor PLN untuk melakukan klarifikasi,” tegas Syafrilius.

Hal itu dilakukan sekaligus untuk meminimalisir kesalahan dalam pencatatan jumlah pemakaian listrik yang tertera di KWH rumah masing – masing pelanggan. “Kita juga menjaga agar tidak timbul komplain dari para pelanggan,” ujar Syafrilius.
Dijelaskan Syafrilius, dalam tahun 2013 ini, pihaknya akan terus melakukan pembenahan dari berbagai sisi, baik segi pelayanan maupun manajemen internal PLN Ranting Curup itu sendiri. (999)