Warga Rama Agung Ciptakan Taman Mini


Beginilah Taman Mini yang berada di Desa Rama Agung dalam rangka meriahkan HUT ke 74 RI.

Meriahkan HUT RI ke -74
ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Menyambut Hari Kemerdekaan ke – 74 Republik Indonesia (RI), warga Desa Rama Agung, Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara (BU) menciptakan taman mini kreatif di pinggir jalan raya. Ide ini berawal dari terbentuknya Panitia 17 Agustus-an di Desa Arma Agung beberapa waktu lalu.

Saat itu warga sedang berkumpul untuk berdiskusi bagaimana cara mempercantik desa menjelang HUT ke 74 RI agar menarik dan berbeda dengan desa lainnya. Kepala Desa Rama Agung, Putu Suriade mengatakan taman mini kreatif ini merupakan ide anak-anak muda karang taruna yang menjadi anggota panitia 17 Agustus-an.

“Ya ide ini muncul dari anak-anak muda-mudi di sini untuk membuat ide yang kreatif dalam menyambut HUT ke 74 RI,” kata Kades Rama Agung Putu Suriade.

Putu Suriade menambahkan, hal ini juga dilakukan karena melihat banyaknya anak milenial yang haus akan tempat-tempat nongkrong, tempat-tempat wisata dan spot-spot berfoto. “Dari melihat inilah anak-anak muda-mudi untuk membuat sebuah taman mini yang berkonsep dari bahan-bahan bekas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Putu Suriade menyamapaikan, anak-anak muda Desa Rama Agung membuat taman mini kreatif tanpa menggeluarkan uang sama sekali. Karena mereka mengumpulkan barang-barang bekas yang ada di tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Kemudian dengan penuh semangat sedikit demi sedikit konsep kreatif yang ada dipikirkan anak-anak muda ini tertuang dalam taman mini tersebut.

Tentu mereka tetap tidak melupakan ciri khas Desa Rama Agung, dimana desa ini dinobatkan sebagai desa kerukunan umat beragama, karena dalam satu desa terdapat 5 agama yang berbeda dan hidup secara berdampingan serta rukun, bahkan tempat ibadah dari setiap agama pun bersebelahan.

“Menariknya, muda-mudi di sini membuat taman mini ini tanpa mengeluarkan modal sedikitpun karena bahan-bahannya sendiri terbuat dari barang bekas,” ujarnya.

Setelah di bukanya taman ini secara resmi pada hari Senin lalu, pengunjung pun mulai ramai mendatangi taman kreatif ini, biasanya mulai sore hari taman ini ramai oleh pengunjung. Namun bukan anak milenial saja yang penasaran dengan taman ini, ibu-ibu pun juga tertarik datang untuk melihat keunikan yang ada di taman sambil berfoto bersama keluarganya.

Salah seorang pengunjung, Junita Amatondang mengatakan pada HUT RI tahun lalu, Desa Rama Agung hanya membuat gapura dengan simbol 5 agama yang ada di desa ini, namun tahun ini kemeriahan HUT RI terasa sangat berbeda dengan adanya taman ini. Ia merasa sangat terkesan saat masuk ke dalam taman karena menurutnya di dalam taman ini penuh dengan sentuhan seni kreative dari bahan-bahan yang ekonomis, bahkan karena sangking bedanya dirinya merasa seperti sedang berada di luar kota Arga Makmur.  “Ya saya sangat terkesan saat masuk taman mini ini, karena di dalam taman ini penuh dengan sentuhan seni kreatif. Sangking menariknya, saya merasa seperti berada di luar Kota Arga Makmur,” tukasnya.(127)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*