Warga Purbosari Tewas Selokan

Satlantas Polres Seluma saat melakukan evakuasi korban lakalantas.
Satlantas Polres Seluma saat melakukan evakuasi korban lakalantas.

TAIS, Bengkulu Ekspress – Seorang warga ditemukan tewas di selokan di ruas jalan umum kawasan Mandi Angin Kelurahan Napal, tidak jauh dari Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Seluma, kemarin (15/1). Identitas jasad itu bernama Wandi (60), warga Desa Pusbosari. Korban diduga tewas akibat mengalami kecelakaan. Karena tak jauh dari jasad korban tergeletak ditemukan Motor Yamaha Vega R warna merah dengan nomor polisi BD 4359 PD.

Dari data yang diperoleh, peristiwa itu bermula saat korban bersama dengan rekannya Sarlito (62) dan Sriyono berada di rumah Iswadi di Kelurahan Napal. Mereka menitipkan pembayaran pajak, serta mengambil STNK yang sudah selesai. Setelah dari kediaman Iswandi tersebut, korban bermaksud untuk pulang bersama dengan Sarlito menggunakan dua unit kendaraan, namun korban berada di posisi belakang mengendarai kendaraaannya sendiri.

Saat tiba di tikungan di jalan umum Mandi Angin dekat kantor DKP, diduga korban tidak bisa mengendalikan laju kendarannya. Korban kemudian terjatuh dari sepeda motor dan masuk ke dalam selokan yang ada di tepi jalan.
Sayangnya saat Wandi jatuh dari motornya, Sarlito tidak mengetahuinya, karena melaju lebih dulu. Keberadaan jasad korban baru diketahui warga lainnya sekitar pukul 06.30 WIB oleh saksi Sudirman. Saksi mendapati motor korban tergeletak di tepian jalan dan tak jauh dari sana ada tubuh seseorang sudah terbujur kaku. Kemudian dibantu warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melintas, tubuh korban lalu dibawa ke RSUD Tais. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka lecet di kakinya akibat terjatuh dan sudah meninggal.

“Korban diduga sebelum ditemukan meninggal terlebih dahulu terjadi kecelakaan tunggal,” kata Kapolres Seluma, AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK didampingi Paur Humas, Ipda Agus kepada Bengkulu Ekspress.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ataupun ditubuh korban tidak ditemukan bekas pecahan kaca atau bekas kekerasan kejahatan. Dari keterangan keluarga korban, beberapa minggu ini korban sering mengeluhkan sakit dan kesemutan pada tangan sebelah kiri dan bagian tubuh sebelah kirinya. Sebelumnya korban sudah pernah berobat, namun kemudian tidak berobat kembali. (333)