Warga Protes Jalan Rusak

jalan rusak
RIZKY/Bengkulu Ekspress
Kondisi jalan rusak di Kecamatan Tanjung Agung Palik terjadi enam bulan terakir. Jalan rusak semakin parah diduga karena truk tronton mengangkut material batu

TAP, Bengkulu Ekspress– Empat desa di Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) yakni Desa Sengkuang, Tanjung Agung Palik, Alun Dua, Lubuk Pendam dan Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap memprotes jalan provinsi rusak yang melintasi desa mereka. Jalan rusak tersebut cukup parah, tergenang air cukup dalam. Bahkan warga beberapa waktu lalu sempat menanami ruas jalan rusak tersebut dengan pohon pisang.

Aksi warga berhenti setelah adanya mediasi antara Kecamatan dan Polsek. Jalan tersebut rusak dikarenakan banyaknya aktifitas truk bertonase besar mengangut material batu hampir setiap hari melintas. Setidaknya ada lima perusahaan yang menggunakan jalan tersebut untuk mengeluarkan material batu.

“Ada lima perusahaan yang mobilnya kerap melintas jalan ini. Kami perkirakan satu mobil berisi penuh tonasenya sekitar 30 ton, karena mobil truk tronton,” jelas Torik warga sekitar.

Kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sekitar 6 bulan lalu. Selama waktu tersebut sama sekali tidak ada perbaikan dari pemerintah atau perusahaan. “Sudah enam bulan jalan itu rusak, lihat saja kondisinya belum ada perbaikan,” imbuh Torik.

Warga mengharapkan perusahaan yang kerap menggunakan jalan tersebut memberikan perhatian. Ada kepedulian dari perusahaan, sehingga warga sekitar memandang baik perusahaan.



“Jangan seperti diam saja, seperti tidak tahu. Perusahaan juga menggunakan jalan itu, jika diam saja warga akan bertindak tegas,” pungkas Torik.

Kedalaman jalan yang rusak tersebut sekitar diatas mata kaki orang dewasa. Setiap motor melintas pasti kesulitan karena tidak terlihat ada lubang atau tidak. Bahkan dari pengakuan warga tidak sedikit pengguna sepeda motor terjatuh saat melintas diruas jalan tersebut. Warga tidak hanya diam saja, mereka sudah memperbaiki dan menimbun ruas jalan tersebut secara swadaya. Hanya saja jalan yang diperbaiki kembali rusak karena banyaknya truk bertonase besar melintas.(167)