Warga Protes Bansos ke DPRD

APRIZAL/BE
Aksi protes yang dilakukan oleh warga desa Tanjung Putus ke kantor DPRD BU, kemarin (18/6)

ARGA MAKMUR, Bengkuluekspress.com – Aksi protes warga terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kembali terjadi.

Sebelumnya warga Desa Taba Baru Kecamatan Lais, yang protes. Sekarang warga Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap, melakukan hal sama.

Namunm berbeda dengan warga desa Taba Baru yang 2 kali menyambangi Kantor bupati. Warga Tanjung Putus melakukan aksi protes di Kantor DPRD Kabupaten BU, kemarin siang (18/6).

Saat dikonfrimasi awak media salah seorang perwakilan warga Desa Tanjung Putus, Surniwati (40) mengatakan, kedatangan mereka yang didominasi ibu-ibu ini untuk mencari keadilan sebab bantuan sosial covid 19 yang disalurkan di desa mereka terkesan tidak tepat sasaran, baik itu melalui pemerintah daerah, maupun dari pusat dan BLT DD.

“Ya Pak, kedatangan kami kesini untuk menuntut keadilan dalam penyaluran bansos dari pemerintah desa kami yang dinilai tidak tepat sasaran,” kata Surniwati.

Surniwati juga menambahkan, bahwa sebelumnya mereka sudah menyampaikan aspirasi ke pemerintah desa dan kecamatan namun tidak ada tanggapan. Karena itu mereka mencoba mencari keadilan dengan menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat di DPRD.

“Untuk hal ini sudah kami sampaikan ke pihak pemerintah desa dan kecamatan, namun tidak ada tanggapan. Maka dari itu kami melakukan aksi ini ke DPRD BU selaku wakil rakyat,” ujarnya.

Surniwati juga mengungkapkan, mereka protes sebab bantuan sosial covid 19 yang disalurkan di desa mereka terkesan tidak tepat sasaran.

Ditambah lagi untuk BLT DD disalurkan hanya 39 penerima dari jumlah tersebut ada yang isterinya PNS, ada yang memliki mobil truk, ada yang memilki mobil pribadi dapat bantuan.

Sedangkan, masih banyak warga seperti janda, lansia, serta tidak mampu, tidak pernah menerima bantuan jenis apapun, malah tidak dapat BLT. Berdasarkan data sebanyak 67 warga yang memang layak menerima, namun tidak menerima BLT tersebut.

“Ada sebanyak 67 warga yang memang layak menerima justru tidak dapat, sedangkan PNS, yang memiliki mobil truck dan punya mobil pribadi dapat bantuan ini jelas tidak sesuai dan tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Dengan kedatangan warga tersebut, DPRD BU menyambut baik kedatangan warga desa Tanjung Putus oleh anggota Komisi II Beni Bumansyah, Sekretaris Komisi III Dwi Tanto, dan Sekretaris Dewan Siti Rosdiyana.

Setibanya di Gedung DPRD BU, warga masyarakat Desa Tanjung Putus disambut Anggota Pansus Covid-19 DPRD yakni Benny Bumansyah dan Dwi Tanto, serta Sekwan Siti Qoriah.

Warga pun lansung menyampaikan aspirasi. Menanggapi persoalan ini Beni Bumansyah menuturkan, dewan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, camat, DPMD dan Instansi terkait aspirasi warga Desa Tanjung Putus itu.

Jika persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini, pihak lembaga DPRD Bengkulu Utara, akan memanggil pihak terkait untuk melakukan Rapat kerja, baik itu Kades, Camat, Kepala Dinas PMD, dan perwakilan warga.

“Kami menyarankan kepada warga desa Tanjung Putus untuk sementara agar persoalan ini, dapat segera diselesaikan dan dimusyawarahkan kembali antara pemerintah desa dan pihak terkait bersama dengan warga.

Untuk mengevaluasi kembali para penerima BLT-DD maupun bantuan bentuk lain di Desa tersebut. Jika hal ini tidak dapat di selesaikan.

Maka kami akan memanggil pihak terkait untuk melakukan rapat kerja, baik itu Kades, Camat, Kepala Dinas PMD, dan perwakilan warga,” tukasnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*