Warga Pesisir Pantai Was-was Antisipasi Gelombang Tinggi

RIO-GELOMBANG TINGGI HANTAM PANTAI BERKAS (8)
Rio/Bengkulu Ekspress
TAKUT: Gelombang Air Laut di kawasan Pesisir Pantai kembali normal. Tapi warga masih was-was jika terjadi gelombang susulan

BENGKULU, Bengkulu Ekspress-Warga di Pesisir Pantai Kota Bengkulu meningkatkan kewaspadaannya terhadap gelombang pasang air laut. Bahkan sebagian masyarakat rela tidak tidur malam atau begadang hanya untuk memastikan air laut tidak masuk ke pemukiman setempat.

Salah satu Warga Pantai Berkas Kota Bengkulu, Amran (48) mengaku, cukup takut dengan tingginya gelombang pasang laut di Pesisir Pantai Kota Bengkulu yang sempat masuk ke badan jalan serta sempat memasuki beberapa areal objek wisata taman pantai berkas.



“Kami takut, makanya kami begadang sampai subuh,” kata Amran, kemarin (26/7).

Tindakan yang dilakukan masyarakat setempat hanya untuk memastikan kalau kondisi mereka tetap aman dari ancaman gelombang pasang air laut. Bahkan beberapa warga secara bergiliran menjaga pemukiman setempat. “Kalau air naik atau sudah sampai masuk rumah warga, maka secepatnya kami umumkan, jadi saling menjaga satu sama lain,” jelas Amran.

Pihaknya belum mengetahui sampai kapan kondisi ini akan berakhir, karena kalau kondisi gelombang laut terus tinggi maka masyarakat akan dibuat kewalahan olehnya. Belum lagi banyak rumah masyarakat disekitar areal pemukiman terbuat dari kayu. Sehingga kalau terjadi gelombang dadakan maka dikhawatirkan rumah tersebut akan rusak. “Ya kami takut saja, nanti tiba-tiba pasang lagi terus rumah diterjang ombak,” ujarnya.

Meskipun gelombang tidak sampai menghantam rumah warga di Pesisit Pantai Kota Bengkulu, namun beberapa masyarakat tampak sedih. Beberapa peralatan untuk berjualan di sekitar areal objek wisata pantai berkas habis diseret ombak besar beberapa waktu lalu. “Sempat sedih juga 3 payung untuk berjualan hanyut dibawa ombak,” tukas Amran.

Hal serupa dirasakan oleh warga Pesisir Pantai, di Kaur. Saat ini masih was-was adanya gelombang lebih tinggi lagi. “Tadi (kemarin) ombak besar terjadi lagi, dan sempat mereda tapi kemudian ombaknya besar lagi dan ini kami pesisir jadi was-was,” ujar Sukadi (45), nelayan desa Pasar Lama kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (26/7).

Ia bersama para nelayan lainnya tidak bisa menghindari musibah tersebut. Saat ini para warga yang di Pesir Selatan wilayah Kaur hanya bisa waspada jika sewaktu-waktu terjadi bisa berlari menyelamatkan diri dan barang-barang rumah tangga dari keganasan gelombang. “Dengan kondisi cuaca seperti ini kami nelayan tidak bisa berbuat apa-apa, dan kami hanya berharap cuaca nomal kembali agar kami bisa melaut,” harapnya.

Senada juga disampaikan Herli (53), warga pesisir desa Pasar Lama, ia mengaku semenjak gelombang tinggi ini ia selalu was-was. Sebab ia bersama warga takut gelombang ombak menerjang rumah mereka. Rumah warga hanya berjarak 20 dari pantai. Apa lagi gelombang di tepi pantai pun sudah rusak dan sebagiannya ambruk dihantam ombak angin Selatan. Warga setempat meminta pemerintah daerah peduli terhadap fasilitas di kampung ini khususnya untuk pembangunan batu pemecah gelombang di tepi pantai.

“Rumah kami hanya bejarak 20 meter saja dari laut. Terkadang kami was-was tinggal di rumah jika masuk angin selatan. Sebab disekitar pantai pasar lama ini tidak ada penahan ombak, kaya kemarin itu air laut masuk rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur Muljunias ST menyampaikan, gelombang tinggi ini akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan, dan pihaknya sudah mengeluarkan peringatan dini agar warga di sepanjang pantai selatan waspada menghadapi ancaman gelombang pasang yang cukup ekstrem pada bulan ini. “Dengan kondisi cuaca seperti ini kita minta kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar pantai untuk selalu waspada. Sebab, gelombang tinggi masih akan terjadi,” imbaunya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu, Soemarno menjelaskan, potensi gelombang tinggi di Kota Bengkulu masih dalam kondisi terjaga. Meskipun begitu masyarakat harus tetap waspada karena gelombang pasang air laut dapat mengintai kapan saja. “Berdasarkan informasi BMKG, angin kencang dan gelombang ekstrim di wilayah Bengkulu, jadi harus terus waspada,” terang Soemarno.

Data BMKG menyatakan potensi gelombang pasang air laut akan terus terjadi di wilayah perairan Bengkulu. Potensi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga 28 Juli mendatang. “Diperkirakan penyebab gelombang tinggi di perairan laut Bengkulu adanya tekanan yang tingi di Samudera Hindia mengakibatkan angin kencang dan gelombang tinggi dari 23 Juni sampai 28 Juni,” tukasnya.(999/618)