Warga Perbaiki Perangkap Harimau

Perbaiki : Akibat tidak berfungsinya kerangkeng harimau yang dipasang oleh BKSDA, Kepala Desa bersama warga secara gotong royong memperbaiki kerangkeng tersebut agar dapat berfungsi menangkap harimau yang selama ini meresahkan warga.(dwi/be)

PELABAI,BE – Tidak berfungsi secara maksimal kerangkeng atau perangkap harimau yang dipasang oleh pihak BKSDA membuat warga Desa Suka Datang Kecamatan Pelabai memperbaiki kerangkeng tersebut sendiri. Hal ini dilakukan warga dikarenakan selama ini warga selalui ditakuti oleh keberadaan Harimau Sumatera (Pantera tiggris sumatrae) yang telah masuk ke pemukiman warga. Kepala Desa Suka Datang Yoles Veronin mengatakan jika pihaknya sedikit kecewa dengan kerangkeng yang dipasang oleh BKSDA tersebut dikarenakan tidak dapat menangkap harimau yang selama ini meresahkan warga di Desa Sukau Datang. “Jadi, karena ini (kerangkeng) tidak berfungsi dengan baik, kami bersama warga berinisiatif untuk memperbaiki kerangkeng ini sendiri dengan menambahkan beberapa papan di dalam kerangkeng agar saat harimau masuk pintu kerangkeng dapat tertutup. Untuk memperbaiki kerangkeng ini kita sudah berkoordinasi dengan BKSDA,” jelas Yoles. Dikatakan kades, akibat keberadaan harimau tersebut tentunya sangat berpengaruh dengan perekonomian warga di Desanya. Sebab, hampir sebagian warganya takut untuk pergi berkebun dan meninggalkan kebunnya tidak di garap. “Akibat warga tidak berani ke kebun, tentunya berimbas kepada perekonomian warga, sebab kebun tersebut merupakan satu-satunya mata pencarian warga Desa Sukau Datang ini. Saya berharap ada penanganan lebih serius dari BKSDA agar harimau itu dapat ditangkap sehingga warga tidak was-was lagi untuk berkebun mencari nafkah,” kata Yoles. Terpisah, Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu Ir Amon Zamora MSc saat dihubungi wartawan melalui telpon mengatakan jika saat ini pihaknya masih menunggu dalam beberapa hari terakhir ini, sebab saat ini pihak BKSDA masih belum dapat melakukan langkah yang lebih jauh untuk penangkapan harimau tersebut. Bahkan, jika dalam beberapa hari ini masih tidak berhasil dalam menangkap harimau menggunakan kerangkeng, maka pihaknya akan melakukan alternatif terakhir yakni dengan melakukan penembakan bius kepada harimau tersebut. “Ya kita lihat dulu dalam beberapa hari kedepan ini, memang kerangkeng itu sempat tidak berfungsi karena macet, tapi saat ini saya sudah menerima informasi jika kerangkeng tersebut sudah diperbaiki. Nah kita lihat saja dulu bagaimana perkembangannya, jika tidak maka kita akan melakukan penembakan bius sebagai alternatif terakhir dalam penangkapan harimau tersebut,” pungkas Amon. (777)