Warga Palestina Dibebaskan

==FOTO RIO==

RIO/Bengulu Ekspress
JUMPA PERS: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, Samsu Rizal memberikan klarifikasi terhadap pemeriksaan WNA kebangsaan Palestina, Iyad M Abukhatlattl yang sempat diamankan dan dipemeriksa oleh Tim Pora Imigrasi, Rabu (9/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah diamankan, akhirnya pihak Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu membebaskan warga negara asing (WNA) berasal dari Palestina. Warga Palestina bernama Iyad M Abukhatla itu diamankan oleh Polres Bengkulu Selatan, ketika bermalam di Losmen Bahagi, Kota Manna. Setelah dilakukan pemeriksanan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, warga Palestina ini memegang kartu United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) nomor ID 186-18C00189 berstatus sebagai pengungsi mandiri dan memiliki paspor resmi.

“Atas hasil pemeriksaan itulah, kami bebaskan. Karena memang tidak melanggar prosedural datang ke Indonesia,” terang Kepala Imigrasi Kelas I Bengkulu, Samsu Rizal dalam konfrensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, kemarin (9/1).

Dijelaskannya, WNA pemegang kartu UNHCR sebagai pengungsi itu mendapatkan perlakuan khusus. Sehingga WNA tersebut bisa tinggal di daerah manapun dengan perlindungan. Hanya saja, WNA ini tidak boleh bekerja di Indonesia, hanya bisa berwisata saja. “Karena tidak ditempatkan di community house di bawah naungan IOM, maka bisa tinggal di manapun,” paparnya.  Kartu UNHCR memiliki batas waktu tersendiri. Untuk Iyad kartunya masih aktif sampai tanggal 12 April 2021. Meski demikian, kartu tersebut bisa dilakukan perpanjangan. “Kartunya bisa diperpanjang ketika masa berlakunya habis,” tambah Samsu.

Untuk saat ini, Samsu mengatakan Iyad sudah dikembalikan lagi ke Bengkulu Selatan. Iyad masih akan bermalam di Bengkulu Selatan untuk menenangkan diri sebagai pengungsi. Mengingat Palestina saat ini sedang dilanda konflik dengan Zionis Israil.”Iyad saat ini masih memutuskan untuk tinggal di BS,” ujarnya.  Meski sudah dibebaskan, namun Iyad tetap dipantau oleh Tim Pora bersama Polres Bengkulu Selatan. Tujuannya agar Iyad tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum di Indonesia.

“Pengawasan tetap kita lakukan secara terus menerus,” imbuh Samsu.

Tidak hanya WNA Palestina yang tetap diawasi, WNA lain yang ada di Bengkulu juga dilakukan pengawasan. Setidaknya ada sekitar 670 orang WNA yang tinggal di Bengkulu saat ini. Rata-rata WNA itu berasal dari China dengan status bekerja di pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Baai Bengkulu.  “WNA China yang paling banyak. Itu semua juga kita awasi,” tutupnya. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*