Warga Miskin Diberi Bantuan Pangan

Ilustrasi Raskin
Ilustrasi Raskin

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat dengan total mencapai Rp 36,5 miliar perbulannya. BPNT ini akan disalurkan kepada keluarga penerima yang tersebar di Provinsi Bengkulu, yang jumlahnya 332.636 ribu orang.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Dr H Iskandar ZO SH MSi mengatakan, sebanyak 332.636 keluarga miskin yang tersebar di Provinsi Bengkulu akan menerima BPNT dari pemerintah pusat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Sosial RI dengan Nomor 140/HUK/2017 Tentang Penetapan Jumlah Keluarga Penerima Manfaat dan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Provinsi Bengkulu.

“Sesuai keputusan Kemensos RI, jumlah penerima BPNT dari pemerintah pusat sebanyak ada sekitar kurang lebih 300 ribu warga,” ujar Iskandar, kemarin (14/1).

Ratusan ribu warga miskin tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, mulai dari Kabupaten Bengkulu Benteng sebanyak 6.320 warga, Bengkulu Selatan 13.609 warga, Bengkulu Utara 222.022 warga, Kaur 9.548 warga, Rejang Lebong 21.446 warga, Kepahiang 9.599 warga, Lebong 7468 warga, Mukomuko 9.221 warga, Seluma 16.366 warga, dan Kota Bengkulu sebanyak 17.027.

“Jumlah penerima terbanyak ada di Kabupaten Bengkulu Utara berjumlah 222.022 warga,” lanjut Iskandar.

Seluruh warga miskin yang masuk data di Kemensos itu akan menerima bantuan dalam bentuk BNPT dan penyaluran nya akan dilakukan melalui e-warung, dan penggunaan dana itu harus untuk membeli empat jenis bahan pokok, yakni telur, gula, minyak goreng dan beras.

“Jenisnya bantuannya bukan tunai, jadi bantuan tersebut harus digunakan untuk empat jenis bahan pokok,” jelas Iskandar.

Besaran BNPT yang akan diterima warga sebesar Rp 110 ribu per bulannya dan jika di Provinsi Bengkulu terdapat 332.626 warga miskin, maka kurang lebih pemerintah pusat akan membantu masyarakat miskin di Bengkulu Rp 36.5 miliar perbulannya.

Adapun teknis pencairan nya, BPNT akan dicairkan dalam empat tahap. Tahap I dicairkan pada 1-31 Januari ini, tahap II dicairkan Februari serta Tahap III pada bulan Juli dan Tahap IV Agustus-Desember.

“Penyaluran nya melalui empat tahap dan kami berharap bantuan subsidi itu benar-benar direalisasikan dan diserahkan ke yang berhak menerimanya,” sambung Iskandar.

Dari hasil verifikasi data warga miskin selama ini ternyata mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan program pemerintah Provinsi Bengkulu yang terus berusaha mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Diharapkan dengan penyaluran bantuan tepat sasaran nantinya ini akan menumbuhkan perekonomian masyarakat Bengkulu agar semakin meningkat,” lanjut Iskandar.

Iskandar juga mengatakan, kedepan nya data penerima nantinya juga akan terus dievaluasi mengingat ada perbedaan data antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinsos.

“Kita juga berharap angka kemiskinan di Bengkulu terus berkurang dan perekonomian masyarakat semakin maju,” tutup Iskandar.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Kiswardani MA mengatakan, konsep BNPT sangat bagus, apalagi jika dalam penerapan nya berjalan dengan baik. Program yang tujuannya menggantikan Raskin (beras miskin) ini dinilai jauh lebih baik.

“Program ini melibatkan semua stakeholder baik pemerintah maupun swasta sehingga diharapkan bisa berjalan baik dibanding program sebelumnya,” ujar Dyah.

Lebih jauh lagi Dyah mengungkapkan, pada September 2016 lalu angka kemiskinan Bengkulu tercatat mencapai 325.600 jiwa atau 17,03 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan pada September 2017, jumlah penduduk miskin 302.620 jiwa atau turun sebanyak 22.980 jiwa.

“Oleh karenanya, kami mengharapkan program ini mampu membebaskan masyarakat Bengkulu dari belenggu kemiskinan,” tutup Dyah. (999)